JAKARTA – Polisi Militer Kodam Jaya menahan seorang perwira TNI terkait dugaan operasional judi online di rumah dinas Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, untuk mendalami keterlibatannya dalam kasus tersebut.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan perwira bernama Letkol Inf Arman itu menjalani pemeriksaan di Pomdam Jaya, sedangkan perannya dalam perkara tersebut masih ditelusuri.
“Rumah dinas itu yang ditempati oleh yang bersangkutan dan sudah ditahan dalam rangka pemeriksaan di Pomdam Jaya,” kata Nas, Jumat (9/10/26).
Nas mengatakan penyidik masih mendalami keterlibatan perwira tersebut dalam dugaan operasional judi online di rumah dinas itu. Dia belum merinci lebih jauh hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
Kasus ini bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas tidak wajar di salah satu rumah di kompleks KPAD Cijantung pada Minggu (4/10/26). Personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat dan barang bukti.
Dalam penindakan tersebut, aparat mengamankan 11 warga sipil yang terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Mereka dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait aktivitas di lokasi.
Petugas juga menyita 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan kartu tanda penduduk (KTP). Komputer-komputer tersebut diduga digunakan untuk mengoperasikan sistem judi online.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Taufiq R. Abdullah meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pihak yang menggunakan rumah, pemberi akses, dan mekanisme yang memungkinkan aktivitas tersebut berlangsung di kompleks TNI.
“Harus dipastikan siapa yang menggunakan, siapa yang memberi akses, dan bagaimana aktivitas itu bisa berlangsung di kompleks TNI,” kata Taufiq dalam keterangan yang disampaikan Kamis (8/10/26).
Taufiq juga mendorong evaluasi sistem pengawasan internal agar fasilitas perumahan militer tidak disalahgunakan untuk aktivitas kriminal. Dia meminta hasil penyelidikan dibuka secara transparan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai.
Hingga Jumat (9/10/26), pemeriksaan terhadap perwira TNI tersebut masih berlangsung. Penyidik masih menelusuri keterlibatannya dalam kasus dugaan operasional judi online di rumah dinas Cijantung.

