Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas

    Agustus 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    • Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda
    • Pecahkan Rekor Transfer, Liverpool Resmi Boyong Bradley Barcola dari PSG
    • Persik Kediri Dukung Penghapusan Regulasi Pemain U23 di Super League 2026/2027
    • Mees Hilgers Resmi Pindah ke SC Heerenveen, Siap Buka Lembaran Baru di Eredivisie
    • Darurat Sepak Bola Indonesia! 28 Klub Masih Berutang Rp14,8 Miliar ke Pemain, Siapa Saja?
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Tunggu 20 Tahun, Petani Cirebon Kini Nikmati Irigasi 2,4 Km
    Ekonomi

    Tunggu 20 Tahun, Petani Cirebon Kini Nikmati Irigasi 2,4 Km

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaAgustus 24, 2026Updated:Agustus 24, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    .
    Ilustrasi petani memanfaatkan irigasi pertanian (Sumber: Pertamina)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta – Penantian selama 20 tahun akhirnya berbuah. Petani di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kini mendapat saluran irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter dari Kementerian Pertanian.

    Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan air yang selama ini menghambat aktivitas pertanian. Dengan pasokan air yang lebih terjamin, petani dapat mempertahankan kegiatan tanam, termasuk saat musim kemarau.

    Bantuan itu diterima Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani yang selama dua dekade menghadapi persoalan akses air untuk mengairi lahan pertanian.

    Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani M Saeproni mengatakan, pembangunan irigasi tersebut menjadi harapan baru bagi para petani setelah persoalan air berlangsung selama bertahun-tahun.

    “Kami berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden, terutama khusus kepada Bapak Mentan yang telah memberikan bantuan berupa irpom yang panjangnya 2.400 meter. Ini kami impi-impikan dari 20 tahun yang lalu,” ujar Saeproni, Sabtu (22/8).

    • Baca juga: Truk KDMP Dipakai Angkut Tembakau Warga, Pemkab Pastikan Tak Melanggar

    Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan musim tanam. Tanpa pasokan yang cukup, petani berisiko kehilangan kesempatan menanam ketika kemarau tiba.

    Pembangunan irigasi di Cirebon ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur air pertanian. Langkah tersebut juga dilakukan untuk menjaga lahan tetap produktif di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

    Pada 2026, Kementan menargetkan pembangunan 89.600 unit kegiatan infrastruktur air yang diproyeksikan mendukung pengairan sekitar 2,1 juta hektare lahan pertanian.

    Program itu mencakup pembangunan 17.400 unit Irigasi Perpompaan dan 3.500 unit Irigasi Perpipaan. Selain itu, pemerintah menargetkan 56.000 unit pompanisasi yang diproyeksikan melayani sekitar 1,1 juta hektare lahan pertanian.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah tidak ingin petani kehilangan musim tanam akibat kekurangan air.

    “Kita tidak boleh membiarkan petani kehilangan musim tanam karena kekurangan air. Karena itu pemerintah memperkuat irigasi, pompanisasi, embung, hingga rehabilitasi jaringan irigasi agar air sampai ke lahan pertanian,” ujar Amran.

    Menurut dia, penguatan infrastruktur air menjadi salah satu langkah menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

    Amran menilai ketersediaan air menjadi faktor penentu produksi pertanian. Karena itu, pemerintah mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur pengairan agar petani dapat terus menanam dan meningkatkan indeks pertanaman.

    “Air adalah faktor penentu produksi. Karena itu, pompanisasi menjadi solusi cepat untuk memastikan sawah tetap mendapat pasokan air sehingga petani bisa terus tanam dan meningkatkan indeks pertanaman,” katanya.

    Bagi petani Desa Susukan, pembangunan jaringan irigasi sepanjang 2,4 kilometer ini menjadi jawaban atas persoalan yang telah mereka hadapi selama 20 tahun. Tantangan berikutnya adalah memastikan infrastruktur tersebut benar-benar berfungsi menjaga pasokan air ke lahan saat musim kemarau.

    Amran Andi Amran Sulaiman Cirebon Irigasi Jabar Kementan
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSuper El Niño 2026 Tembus Sejumlah Rekor Sebelum Mencapai Puncak
    Next Article Timnas Norwegia Catat Kenaikan Peringkat FIFA Paling Besar Usai Tampil Impresif di Piala Dunia
    Bayu Pratama

    Related Posts

    Merica, Cabai, Kratom dari Kalimantan Tembus Pasar Ekspor Global Hingga India & AS

    Agustus 31, 2026

    Canonical, Mastersystem, dan Sivali Fokus Bangun Infrastruktur Open Source yang Aman dan Efisien

    Agustus 31, 2026

    Inovasi “Bata Interlock Presisi” Percepat Pembangunan Rumah Tahan Api & Ramah Gempa

    Agustus 31, 2026

    Soal Sisa Kuota Internet, Komdigi: Tak Boleh Hangus, Operator Dilarang Tarik Biaya Tambahan!

    Agustus 31, 2026

    498 Ribu UMKM Terdampak Bencana, Binsar Dorong Pemulihan Usaha dengan Bantuan Akses Permodalan

    Agustus 28, 2026

    Tak Cukup Produk Bagus, UMKM Harus Paham “Buyer” Internasional

    Agustus 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah satu organisasi Islam…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas

    Agustus 31, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Darurat Sepak Bola Indonesia! 28 Klub Masih Berutang Rp14,8 Miliar ke Pemain, Siapa Saja?

    By AyuAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Isi dompet ratusan pesepak bola Indonesia ternyata sedang tidak baik-baik…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?