Jakarta, Rasional.co – Teknologi bata interlock presisi menawarkan cara membangun hunian yang lebih cepat dan efisien sekaligus mengedepankan aspek keamanan. Produk ini menggunakan mekanisme saling mengunci antarbalok sehingga konstruksi lebih mudah diaplikasikan dan penggunaan material dapat ditekan.
Selain mempercepat proses pembangunan, bata interlock presisi dirancang untuk menghasilkan bangunan yang kokoh dan ramah gempa. Produk ini juga memiliki ketahanan terhadap api serta dapat membantu menjaga udara dalam ruangan tetap lebih sejuk.
Keunggulan tersebut membuat bata interlock presisi berpotensi digunakan untuk pembangunan hunian layak dan terjangkau, termasuk di wilayah yang memiliki risiko bencana.
- Baca juga: MenPar Bertemu Pelaku Pariwisata Labuan Bajo, Dorong Pemulihan Pascagempa dan Penguatan Keselamatan
Produk turunan semen hijau tersebut juga dapat menjadi alternatif dalam percepatan pembangunan kembali rumah masyarakat yang terdampak bencana. Aspek keamanan menjadi salah satu pertimbangan karena produk diklaim telah teruji ramah gempa dan tahan api.
Bata interlock presisi dikembangkan sebagai salah satu inovasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG untuk mendukung percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan inovasi tersebut mengedepankan kecepatan, efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan dalam pembangunan rumah.
“Dengan menghadirkan Bata Interlock Presisi, kami ingin memastikan masyarakat dapat memiliki rumah yang nyaman, berkualitas, dan terjangkau, serta memenuhi aspek keamanan,” ujar Indrieffouny.
Mengandalkan Sistem Saling Mengunci
Berbeda dari bata konvensional yang membutuhkan proses pemasangan lebih kompleks, Bata Interlock Presisi bekerja dengan mekanisme saling mengunci antarbalok.
Mekanisme tersebut membuat proses pengaplikasian lebih mudah dan penggunaan material lebih efisien. Dampaknya, durasi konstruksi rumah dapat dipercepat tanpa mengabaikan kualitas bangunan.
Produk ini juga memberikan tampilan yang lebih modern sehingga selain berfungsi sebagai elemen konstruksi, hasil akhirnya dapat memberikan nilai estetika pada hunian.
Dari sisi kenyamanan, Bata Interlock Presisi diklaim mampu membantu mengondisikan udara di dalam ruangan menjadi lebih sejuk. Produk tersebut juga memiliki ketahanan terhadap api.
Kombinasi fitur tersebut membuat teknologi ini tidak hanya diarahkan untuk mempercepat pembangunan rumah, tetapi juga meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan hunian.
Didorong untuk Perluas Akses Hunian
Pengembangan solusi konstruksi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan kebutuhan rumah menjadi salah satu prioritas sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari industri bahan bangunan, pengembang, kontraktor, hingga lembaga pembiayaan.
Menurut Rosan, kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem perumahan yang dapat mempercepat dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian terjangkau.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sebelumnya menyambut penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 sebagai platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan pelaku industri.
“Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan pilihan hunian dengan berbagai tingkatan dan alternatif. Kami berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi untuk memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan mendapatkan akses pembiayaan yang sesuai,” kata Maruarar.
SIG menyatakan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung program pemerintah dalam penyediaan tiga juta rumah.
Bagi masyarakat, inovasi bahan bangunan seperti Bata Interlock Presisi menawarkan salah satu pendekatan untuk menjawab kebutuhan hunian yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga lebih cepat dibangun, efisien, nyaman, dan memperhatikan aspek keselamatan.

