JAKARTA – Aksi trio komedian GJLS (Hifdzi Khoir, Rigen Rakelna, dan Ananta Rispo) siap kembali mengocok perut penonton layar lebar. Lewat sekuel bertajuk “GJLS: Berapi-Api”, warna konflik dan dinamika persahabatan antar-karakter dipastikan bakal jauh lebih sengit dibanding film pertamanya.
GJLS Entertainment kembali berkolaborasi dengan rumah produksi Amadeus Sinemagna untuk menggarap sekuel dari “GJLS: Ibuku Ibu-Ibu”. Film komedi bernuansa aksi ini dijadwalkan menyapa seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
“Di film pertama, kita dibikin pusing sama urusan bapak–anak. Nah, di ‘GJLS: Berapi-Api’, kita malah dikasih seragam damkar, helm baja, plus selang bertekanan tinggi. Bukannya adem, kebakaran ego masing-masing malah jauh lebih bahaya. Jangan harap ada aksi heroik yang tenang; isinya murni teriakan, panik, dan ujian persahabatan pas api udah tepat di depan muka,” ungkap Rigen Rakelna.
Sentuhan Sutradara Monty Tiwa: Meracik Komedi Improv dalam Aksi Damkar
Kursi sutradara sekuel ini kembali ditempati oleh sineas senior Monty Tiwa. Menandai 25 tahun kariernya di industri sinema Tanah Air, Monty kembali ditantang mengolah energi improvisasi liar ala trio GJLS agar tetap padu dalam estetika visual yang sinematik.
Mengarahkan film komedi aksi bertema pemadam kebakaran dengan pemain utama yang serba impulsif memberikan dinamika tersendiri bagi Monty.
“Menyutradarai trio GJLS di film aksi damkar itu rasanya kaya ngendalikan truk blangwir yang remnya blong, tapi sopirnya malah sibuk berantemat. Tapi justru di situ magisnya,” kelakar Monty Tiwa.
Sinopsis Ringkas “GJLS: Berapi-Api”: Cita-Cita Masa Kecil dan Kepanikan Struktural
Dalam film “GJLS: Berapi-Api”, Hifdzi, Rigen, dan Rispo mencoba mewujudkan impian masa kecil mereka yang cukup berisiko: menjadi petugas pemadam kebakaran (damkar).
Niat mulia untuk menyelamatkan warga justru memicu kekacauan baru. Usaha mereka berbenturan keras dengan kepanikan struktural di lapangan, perdebatan konyol tanpa ujung di tengah kobaran si jago merah, hingga ledakan konflik personal yang menguji soliditas persahabatan mereka.

