Rasional.co – Pemerintah RI terus memperkuat fondasi talenta digital nasional dengan menyasar para siswa sejak tingkat sekolah dasar dan menengah. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, industri teknologi, hingga lingkungan keluarga.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, Boni Pudjianto, menegaskan bahwa pengembangan generasi digital tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab kolektif dalam menyiapkan anak-anak Indonesia menghadapi perkembangan teknologi.
“Hari ini adik-adik mengikuti kegiatan peringatan bersama Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 dengan tema Tunas Indonesia Cakap Digital. Kehadiran seluruh peserta menjadi bukti bahwa membangun generasi digital Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama. Amanah ini juga kami titipkan kepada para kepala sekolah dan guru di seluruh Indonesia,” kata Boni Pudjianto dalam acara peringatan Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Juli 2026.
Boni menjelaskan bahwa penguatan literasi digital harus dijalankan secara berkelanjutan. Langkah tersebut krusial agar anak-anak memiliki kecakapan memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus memahami berbagai potensi risiko di ruang siber.
Peran Keluarga dan Guru
Sesuai arahan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, ruang digital yang ramah anak tidak cukup diciptakan hanya dengan membatasi usia akses. Anak-anak juga perlu dibekali kecakapan untuk mengenali risiko, menjaga keamanan data pribadi, beretika, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan sosial.
Boni mengingatkan bahwa ruang digital menyimpan peluang besar bagi pembelajaran dan inovasi, tetapi juga menyimpan tantangan yang memerlukan pendampingan ketat. Oleh karena itu, peran orang tua dan tenaga pendidik menjadi kunci utama pelindungan anak.
“Ruang digital bukan ruang yang hampa. Banyak sisi positif, tetapi juga ada sisi negatif. Karena itu, mari kita dampingi anak-anak agar mampu menelusuri dan memanfaatkan dunia digital secara baik dan benar,” kata Boni.

