Ia menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak dalam menggunakan teknologi modern.
“Faktor keluarga sangat menentukan tumbuh kembang anak. Orang tua perlu selalu menjaga dan mendampingi anak-anak di ruang digital. Kita mengharapkan ruang digital ke depan semakin aman, inklusif, produktif, dan memberdayakan seluruh anak Indonesia,” kata Boni.
Program Pandu Literasi Digital dan Deklarasi PP TUNASSebagai bentuk komitmen nyata, BPSDM Komdigi terus memperluas jangkauan edukasi melalui program Pandu Literasi Digital. Program ini menyinergikan peran pemerintah, komunitas, sekolah, dan sektor swasta demi menciptakan ekosistem digital nasional yang sehat.
“Kami meyakini ekosistem digital harus dibangun bersama-sama. Hanya melalui kolaborasi pemerintah, industri, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan kita dapat memajukan pendidikan Indonesia sekaligus melahirkan generasi digital yang unggul,” kata Boni.
Sejumlah mitra global dan nasional turut mendukung kegiatan ini, di antaranya ITU, KemenPPPA, Kemendikdasmen, Google, Meta, Canva, TikTok, Blibli, Nutrifood, Betadine, dan IDCOP.
“Semoga ke depan kita bersama-sama semakin memperkuat langkah dalam mewujudkan generasi Tunas Indonesia Cakap Digital yang cerdas, kreatif, dan berkarakter,” kata Boni.
Kegiatan yang diikuti 300 siswa SD dan SMP se-Jakarta ini diisi dengan talkshow, pelatihan Artificial Intelligence oleh Google untuk siswi SMP, serta workshop Digital Parenting dari Meta dan TikTok untuk para guru.
Puncak acara ditandai dengan pengucapan Deklarasi Bersama Komitmen Implementasi PP TUNAS oleh para siswa dan guru, yang disaksikan langsung oleh Menkomdigi Meutya Hafid. Melalui pembenahan tanggung jawab platform dan peningkatan kapasitas SDM, pemerintah optimistis dapat mencetak generasi digital yang kritis, sehat, dan bertanggung jawab.

