Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Harga dan Spesifikasi Redmi Note 17 Pro Max, HP Monster Baterai 10.000 mAh!

    September 17, 2026

    Persib Menang Dramatis Atas FC Seoul, Igor Tolic Bongkar Kunci Suksesnya

    September 17, 2026

    Persija vs Java United BRI Super League 2026: Skuad Terbaik Shin Tae-yong Siap Beraksi

    September 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Harga dan Spesifikasi Redmi Note 17 Pro Max, HP Monster Baterai 10.000 mAh!
    • Persib Menang Dramatis Atas FC Seoul, Igor Tolic Bongkar Kunci Suksesnya
    • Persija vs Java United BRI Super League 2026: Skuad Terbaik Shin Tae-yong Siap Beraksi
    • Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Tuan Rumah, Cek Siaran Langsungnya
    • Jay Idzes Jadi Tumbal Kemenangan Sassuolo Atas Juventus, Terancam Batal Bela Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026
    • Bikin Frustrasi FC Seoul, Teja Paku Alam Persembahkan Kemenangan Persib untuk Bobotoh
    • Viral! Simbang Kulon Night Carnaval Pekalongan Diduga Tampilkan Unsur Satanik Saat Maulid Nabi
    • Dibintangi Ariel Noah, Dilan ITB 1997 Sukses Tumbangkan Rekor Top 10 Netflix Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Kamis, September 17
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Dunia»Kerja Sama Digital dengan AS, Meutya Tegaskan RI Tetap Pegang Kendali Regulasi
    Dunia

    Kerja Sama Digital dengan AS, Meutya Tegaskan RI Tetap Pegang Kendali Regulasi

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaSeptember 9, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    Jakarta, Rasional.co – Indonesia membuka ruang lebih luas bagi kerja sama teknologi dengan Amerika Serikat, mulai dari pengembangan kecerdasan artifisial (AI) hingga pelindungan anak di ruang digital. Namun, keterbukaan terhadap teknologi global tetap ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan kerja sama dan penerapan teknologi harus tetap disertai kepastian aturan serta tanggung jawab terhadap masyarakat.

    “Teknologi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kerja sama dan penerapannya harus tetap berada dalam kerangka kepentingan nasional, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan ruang digital yang aman,” ujar Meutya.

    Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joy M. Sakurai di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan AS membahas sejumlah agenda digital, termasuk pengembangan AI serta kebijakan pelindungan anak di ruang digital.

    • Baca juga: Kemenperin Bidik Utilisasi Industri Kopi Naik Jadi 86,6 Persen

    Di bidang AI, pemerintah tengah menyiapkan kerangka tata kelola berdasarkan tingkat risiko. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga ruang inovasi sekaligus memberikan kepastian mengenai keamanan dan penggunaan teknologi.

    “Peta jalan AI disusun untuk melengkapi tingkat adopsi kecerdasan artifisial yang sangat tinggi di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Kami menghadirkan regulasi berbasis risiko bukan untuk menghambat inovasi, melainkan membangun rasa aman dan kepercayaan publik terhadap teknologi,” kata Meutya.

    Pemerintah juga menyiapkan kerangka Responsible AI dengan klasifikasi risiko mulai dari risiko yang tidak dapat ditoleransi, risiko tinggi, hingga risiko rendah. Penerapannya akan disesuaikan dengan karakteristik setiap sektor melalui regulasi sektoral.

    Selain AI, kedua negara membahas pelindungan anak di ruang digital. Pemerintah memilih pendekatan berbasis risiko dan usia, bukan pemblokiran total terhadap akses anak ke ruang digital.

    Meutya mengatakan kepemilikan akun mandiri akan dibatasi berdasarkan tingkat risiko platform. Platform berisiko tinggi ditujukan untuk pengguna berusia 16 tahun ke atas, sedangkan platform dengan risiko lebih rendah memiliki batas usia 13 tahun.

    “Kami membatasi akses mandiri hingga usia 16 tahun untuk platform digital berisiko tinggi dan usia 13 tahun untuk risiko rendah. Kami mendorong perusahaan teknologi besar mengubah desain produk mereka agar ramah anak, membatasi durasi layar, serta menutup akses obrolan dengan orang asing tanpa persetujuan orang tua,” ujarnya.

    Di sisi lain, AS menawarkan dukungan kerja sama melalui AI Export Center di San Francisco, tenaga ahli, serta asistensi implementasi AI bagi instansi pemerintah Indonesia.

    Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia membuka akses terhadap perkembangan teknologi global tanpa mengabaikan kepastian regulasi, perlindungan infrastruktur strategis, dan kepentingan masyarakat.

    Bagi pemerintah, kedaulatan digital bukan berarti menutup diri dari teknologi global. Kedaulatan diwujudkan dengan memastikan Indonesia tetap memiliki kendali atas aturan, penerapan teknologi, perlindungan infrastruktur, dan kepentingan masyarakat sebagai penerima manfaat transformasi digital.

    AI AS Digital Internet Komdigi Komunikasi Meutya Hafid
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKemenperin Bidik Utilisasi Industri Kopi Naik Jadi 86,6 Persen
    Next Article 50 Ribu Buruh Demo Serentak di 30 Daerah, Kawal RUU Ketenagakerjaan
    Bayu Pratama

    Berita Terkait

    Harga dan Spesifikasi Redmi Note 17 Pro Max, HP Monster Baterai 10.000 mAh!

    September 17, 2026

    Beberapa Jam Sebelum Dicopot, Purbaya Sempat Tahan Pemda Terbitkan Obligasi

    September 15, 2026

    Baru Dilantik, Suahasil Hadapi Dua Pekerjaan APBN Sekaligus

    September 15, 2026

    Antrean BBM di Makassar, Pertamina Terapkan Ganjil-Genap

    September 14, 2026

    MTQ Nasional di Jateng Diproyeksi Gerakkan Ekonomi Rp1,2 Triliun

    September 14, 2026

    Tak Hanya Nikel, Morowali Mulai Jadi Magnet Industri Pangan

    September 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Harga dan Spesifikasi Redmi Note 17 Pro Max, HP Monster Baterai 10.000 mAh!

    AyuSeptember 17, 2026

    JAKARTA – Xiaomi kembali bikin gebrakan besar di pasar ponsel Tanah Air. Kali ini, mereka…

    Persib Menang Dramatis Atas FC Seoul, Igor Tolic Bongkar Kunci Suksesnya

    September 17, 2026

    Persija vs Java United BRI Super League 2026: Skuad Terbaik Shin Tae-yong Siap Beraksi

    September 17, 2026
    Top Trending

    Beberapa Jam Sebelum Dicopot, Purbaya Sempat Tahan Pemda Terbitkan Obligasi

    MartinSeptember 15, 2026

    JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menawarkan skema pembiayaan…

    MTQ Nasional di Jateng Diproyeksi Gerakkan Ekonomi Rp1,2 Triliun

    Bayu PratamaSeptember 14, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di…

    Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Tuan Rumah, Cek Siaran Langsungnya

    AyuSeptember 17, 2026

    JAKARTA – Kabar gembira buat kamu para pencinta sepak bola Tanah Air!…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?