JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) menjadi strategi utama memperkuat industri manufaktur nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Optimalisasi belanja pemerintah, BUMN, dan BUMD terhadap produk dalam negeri dinilai mampu meningkatkan utilisasi industri, memperkuat rantai pasok, menarik investasi, serta menciptakan lapangan kerja.
“P3DN bukan sekadar kebijakan pengadaan barang dan jasa, tetapi merupakan strategi besar untuk memperkuat struktur industri nasional. Setiap belanja terhadap produk dalam negeri akan memberikan efek berganda yang menggerakkan sektor industri, meningkatkan permintaan bahan baku lokal, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Agus saat membuka P3DN Summit 2026 Lintas Kementerian di Jakarta, Rabu (22/7).
Agus mengatakan, industri pengolahan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat ketidakpastian geopolitik, gangguan rantai pasok global, perubahan iklim, hingga meningkatnya persaingan produk impor di pasar domestik. Di sisi lain, Indonesia memiliki pasar dalam negeri yang besar dan harus dimanfaatkan sebagai kekuatan utama untuk menopang pertumbuhan industri.
Menurutnya, sekitar 78,39 persen produk manufaktur nasional masih dipasarkan di dalam negeri. Karena itu, menjaga pasar domestik sekaligus meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi nasional menjadi faktor penting bagi keberlanjutan sektor manufaktur.
Ia menyoroti salah satu instrumen paling efektif untuk memperkuat permintaan domestik adalah melalui implementasi P3DN.
“Belanja pemerintah harus menjadi demand creator bagi industri nasional sehingga mampu meningkatkan utilisasi kapasitas produksi, memperkuat investasi, mengembangkan rantai pasok, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Agus.
Ia menambahkan, penguatan industri nasional harus dilakukan secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Keterkaitan antara sektor ekstraktif, industri pengolahan, jasa, dan perdagangan dinilai perlu terus diperkuat agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

