Jakarta, Rasional.co – PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA membukukan laba bersih Rp2,65 triliun pada Semester I 2026, melonjak 218% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Perolehan tersebut menjadi pijakan Perseroan memperkuat infrastruktur pertambangan dan logistik sekaligus mengembangkan bisnis hilirisasi.
Pendapatan PTBA pada periode yang sama mencapai Rp22,03 triliun, tumbuh 8% yoy. Kinerja tersebut ditopang pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara.
PTBA mencatat produksi batu bara 19,45 juta ton dan penjualan 21,10 juta ton. Dari total penjualan tersebut, sebanyak 10,33 juta ton atau sekitar 49% diserap pasar ekspor, terutama Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.
Sementara itu, penjualan domestik mencapai 10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan.
Penguatan harga batu bara turut menopang profitabilitas PTBA. Newcastle Index meningkat 25% yoy dan ICI-3 naik 15% yoy, sehingga harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) PTBA meningkat 10% yoy.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan Perseroan memanfaatkan kondisi operasional yang lebih kondusif dan momentum penguatan harga batu bara global melalui strategi penjualan yang adaptif serta program efisiensi.
“Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan,” ujar Bambang.
Seiring penguatan kinerja, PTBA memperbesar kapasitas infrastruktur pertambangan dan logistik. Salah satu proyek strategis yang dikembangkan adalah jalur angkutan batu bara Tanjung Enim-Kramasan yang progresnya telah mencapai sekitar 93%.
PTBA juga memperoleh komitmen pendanaan melalui Term Sheet dengan bank-bank Himbara untuk Senior Term Loan Facility hingga Rp3,56 triliun.

