Jakarta, Rasional.co – Produk usaha dari Malang mulai menembus pasar internasional. Jaket outdoor produksi Ayung Sportindo telah menjangkau Malaysia hingga Afrika, tetapi kelancaran produksinya masih menghadapi tantangan ketersediaan dan ketepatan waktu pasokan bahan baku.
Ayung Sportindo merupakan perusahaan konveksi asal Kota Malang yang memproduksi seragam kerja safety, jaket outdoor, riding apparel, dan sport apparel. Selain memenuhi pasar domestik, produknya telah dipasarkan ke Malaysia dan Afrika.
Pemilik Ayung Sportindo, Asrul, mengatakan sebagian bahan tekstil untuk produksi diperoleh melalui impor dan dari pemasok di Tangerang. Kondisi tersebut membuat kelancaran produksi bergantung pada ketersediaan serta ketepatan waktu pasokan bahan baku.
Persoalan pasokan menjadi tantangan tersendiri ketika usaha konveksi mulai menggarap pasar ekspor. Di satu sisi, permintaan dari pasar luar negeri membuka ruang pertumbuhan, tetapi di sisi lain kesinambungan produksi perlu ditopang rantai pasok yang memadai.
Ayung Sportindo sendiri tumbuh dari pemanfaatan tenaga penjahit terampil di sekitar Muharto, Kota Malang. Selain mengerjakan produk custom, perusahaan mengembangkan merek Otrahum yang berfokus pada produk outdoor, olahraga, dan safety wear.
Cerita serupa datang dari Anggora Nursery, pelaku usaha tanaman hias asal Kota Batu yang mengembangkan pasar melalui lokapasar dan kanal digital.
Usaha yang berdiri sejak 2018 tersebut mengandalkan tanaman tanduk rusa atau Platycerium willinckii sebagai produk unggulan. Pasarnya telah menjangkau Jepang, Thailand, hingga Amerika.
Pemilik Anggora Nursery, Galang, mengatakan pengembangan pasar internasional juga membutuhkan kesiapan dokumen pendukung. Dalam kegiatan ekspor tanaman, perusahaan telah melengkapi pengirimannya dengan Phytosanitary Certificate sebagai salah satu persyaratan perdagangan tanaman ke luar negeri.
Berbeda dengan Ayung Sportindo yang menghadapi tantangan pada pasokan bahan tekstil, Anggora Nursery memperkuat kesiapan ekspornya melalui pemenuhan persyaratan dokumen dan pemanfaatan pemasaran digital.
Kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari pendampingan Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Malang untuk memperkuat kesiapan usaha lokal menghadapi pasar internasional. Asistensi kepada Ayung Sportindo dilakukan pada 10 Agustus, sedangkan Anggora Nursery mendapat pendampingan pada 20 Agustus 2026.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, mengatakan pendampingan diarahkan antara lain untuk membuka peluang pasar baru melalui forum business matching dan berbagai program pengembangan ekspor.
“Dengan inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan jejaring pasar, Ayung Sportindo diharapkan semakin mampu membawa produk konveksi dari Malang untuk bersaing dan berkembang di pasar internasional,” ujar Pitoyo dalam keterangannya.
Untuk Anggora Nursery, Bea Cukai Malang juga mendorong penguatan inovasi dan pemasaran digital agar tanaman hias asal Kota Batu semakin dikenal di pasar global.
Pendampingan tersebut merupakan bagian dari fungsi Bea Cukai Malang sebagai trade facilitator dan industrial assistance bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor.

