JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai investasi. Dia menyampaikan hal tersebut saat membuka Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Senayan, Jakarta.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kedua program andalan pemerintah itu bukan sekadar beban anggaran negara. Program ini menjadi pendorong utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi desa.
”Program MBG dan Kopdes Merah Putih harus dilihat sebagai investasi strategis, bukan sekadar pengeluaran,” kata Ketua MPR dalam sambutannya, Jumat (14/8/26).
Pemerintah berharap pemberian gizi gratis mampu menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan produktivitas nasional di masa mendatang.
Sementara itu, negara mengarahkan Kopdes Merah Putih menjadi motor penggerak perekonomian di tingkat desa. Koperasi ini mampu membuka lapangan kerja serta memutar roda ekonomi lokal secara mandiri.
”Melalui Kopdes Merah Putih, kita membangun kemandirian ekonomi dari desa untuk menopang ekonomi nasional,” ujarnya.
Sinergi pemenuhan gizi dan pemberdayaan desa menjadi langkah nyata mencapai target pertumbuhan ekonomi. Kedua program tersebut saling melengkapi dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian bangsa secara menyeluruh.
Menurut dia, dukungan penuh dari seluruh elemen sangat penting agar implementasi program berjalan optimal. Pengawasan ketat memastikan masyarakat luas dapat merasakan langsung manfaat dari kebijakan tersebut.
Dia berharap pemerintah terus menyempurnakan pelaksanaan program itu pada tahun-tahun mendatang. Langkah ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan kesejahteraan merata di seluruh pelosok negeri.

