Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar (Mintemgar) Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan perkembangan industri pengolahan kopi nasional terlihat dari pemanfaatan bahan baku kopi dalam negeri, penerapan teknologi dan mesin, serta diversifikasi produk.
“Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana industri kopi nasional terus berkembang dari sisi pengolahan bahan baku, pemanfaatan teknologi, hingga diversifikasi produk. Kemampuan industri untuk mengolah kopi menjadi berbagai produk dengan nilai tambah menunjukkan bahwa kita memiliki potensi besar untuk terus memperkuat industri kopi dari hulu hingga hilir,” ujar Merrijantij.
Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ke PT Santos Jaya Abadi di Semarang, Jumat (4/9), yang menjadi momentum untuk melihat perkembangan industri pengolahan kopi sekaligus memperkuat sinergi pemerintah dan pelaku industri.
Kemenperin juga mendorong penguatan standardisasi, keamanan pangan, traceability, sertifikasi internasional, sustainability, dan branding produk untuk menghadapi peluang pasar global. Pengembangan diarahkan pada sejumlah produk, antara lain roasted bean, kopi instan, premiks, specialty coffee, kopi kapsul, drip coffee, dan ground coffee, termasuk produk fungsional seperti kopi organik dan decaf.

