Menurut Ariawan, perluasan ruang kontribusi juga penting karena generasi muda saat ini merupakan bagian dari sumber daya manusia yang akan menentukan perjalanan Indonesia menuju 2045. Kehadiran alumni di berbagai negara dinilai dapat menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia sekaligus memperkuat jejaring Indonesia di tingkat internasional.
Dia juga mendorong generasi muda untuk tidak sekadar mengikuti pola yang sudah ada, tetapi berani menciptakan pencapaian dan mengambil langkah berbeda. Sikap tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu menghasilkan kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia.
“Pertama, meskipun masih muda, kita harus berani berbeda (be different), menciptakan pencapaian penting (milestone), dan berpikir di luar kebiasaan (out of the box). Kemajuan Indonesia membutuhkan langkah-langkah luar biasa (extraordinary),” tuturnya.
Komitmen terhadap pengembangan generasi muda juga dijalankan Ariawan melalui perannya di Yayasan Tarumanagara yang membawahi berbagai unit sosial dan bisnis di bidang pendidikan serta kesehatan. Salah satunya melalui pemberian beasiswa penuh kepada Restu, pengemudi ojek online dari keluarga kurang mampu yang kemudian menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara sekaligus staf pengembangan media digital kampus.
Ariawan juga mencontohkan Agista, anak seorang pemulung yang menjual lukisan di depan minimarket untuk membiayai pendidikan. Setelah mendapatkan dukungan, Agista dapat melanjutkan studi di Fakultas Desain, menunjukkan bahwa akses pendidikan dapat membuka ruang bagi anak muda untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
- Baca juga: PKPI Buka Pendidikan Kurator, Dorong Peningkatan Kualitas Profesi di Tengah Kompleksitas Dunia Usaha
Menurut Ariawan, kontribusi terhadap Indonesia tidak harus menunggu seseorang memiliki jabatan atau posisi tertentu. Langkah tersebut dapat dimulai dari kapasitas masing-masing melalui pendidikan, keahlian, pekerjaan maupun kepedulian terhadap persoalan sosial.

