Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    September 1, 2026

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    • Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Nasib Tragis Dodge Hornet, SUV Sporty yang Akhirnya Disuntik Mati Akibat Kebijakan Pajak
    Otomotif

    Nasib Tragis Dodge Hornet, SUV Sporty yang Akhirnya Disuntik Mati Akibat Kebijakan Pajak

    AyuBy AyuJanuari 18, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari raksasa otomotif Stellantis. Dodge secara resmi mengumumkan bahwa akan menghentikan produksi SUV kompaknya, Dodge Hornet, setelah model tahun 2025 berakhir. Kebijakan tarif impor yang mencekik dan angka penjualan yang tak kunjung memuaskan menjadi alasan utama di balik keputusan pahit ini.

    Tarif 25 Persen Jadi “Pembunuh” Utama

    Langkah Dodge ini tidak lepas dari dinamika politik perdagangan internasional. Sejak musim panas 2025, Stellantis sebenarnya sudah menghentikan sementara produksi Hornet di pabrik Pomigliano d’Arco, Italia. Hal ini terjadi setelah pemerintah memberlakukan bea masuk sebesar 25 persen untuk kendaraan yang berasal dari Negeri Pizza tersebut.

    Juru bicara Dodge mengonfirmasi bahwa “perubahan lingkungan kebijakan” membuat kelangsungan hidup Hornet tidak lagi memungkinkan secara ekonomi. Berbagi basis mekanis dengan Alfa Romeo Tonale ternyata tidak cukup menyelamatkan Hornet dari jeratan pajak impor yang melonjak tajam.

    Performa Penjualan yang Kurang “Menyengat”

    Sejak debutnya pada 2023, Dodge Hornet sebenarnya menawarkan konsep menarik sebagai alternatif SUV kompak yang sporty dan bertenaga. Namun, realita di lapangan berkata lain. Konsumen mengeluhkan ruang baris kedua yang sempit serta kapasitas kargo yang terbatas.

    Meskipun hadir dengan varian R/T plug-in hybrid (PHEV) yang canggih, Hornet gagal merebut hati pasar SUV Amerika yang sangat kompetitif. Angka penjualan yang lesu membuat manajemen Dodge harus realistis dan memilih fokus pada lini produk lain seperti Charger Daytona yang sepenuhnya elektrik.

    Nasib Pemilik dan Masa Depan Harga Dodge

    Bagi para pemilik Hornet, Dodge menjamin bahwa mereka akan tetap memberikan layanan purna jual secara penuh. Perusahaan berkomitmen menghormati seluruh cakupan garansi, termasuk garansi komponen hibrida selama delapan tahun atau 80.000 mil.

    Namun, penghentian produksi ini membawa dampak signifikan bagi calon pembeli. Dengan hilangnya Hornet, tidak ada lagi mobil Dodge yang dibanderol di bawah harga $35.000. Saat ini, pilihan “termurah” beralih ke Dodge Durango 2026 yang dijual mulai dari $38.995 (sekitar Rp600 jutaan). Model ini secara desain dianggap sudah mulai usang karena tidak mendapat pembaruan sejak 2010.

    Sementara itu, saudara kembarnya, Alfa Romeo Tonale, dipastikan tetap bertahan di pasar Amerika. Namun, Tonale hanya akan tersedia dalam varian mesin bensin 2.0 liter turbocharged, mengikuti langkah Stellantis yang mulai menghapus perlahan varian PHEV di pasar Amerika Serikat.

    Alfa Romeo Tonale Berita Otomotif Dodge Durango Dodge Hornet Harga Mobil Dodge Industri Otomotif Amerika Mobil Hybrid Pajak Impor Mobil Stellantis SUV Kompak
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleJonatan Christie Segel Tiket Final India Open 2026 Usai Tekuk Loh Kean Yew
    Next Article Toyota Bangkitkan Monster, Supercar GR GT Guncang Dunia dengan Mesin V8 Twin-Turbo Hibrida
    Ayu

    Related Posts

    Bukan Cuma Pajangan! Ini Alasan Nyata Motor di Indonesia Wajib Pakai Pelat Nomor Depan

    Agustus 27, 2026

    Link Live Streaming Sprint Race F1 GP Belanda 22 Agustus 2026

    Agustus 21, 2026

    Siap Garap Pasar Global, Modifikator Indonesia Malah ‘Tersandung’ Aturan Sendiri?

    Agustus 19, 2026

    Dua Industri Kecil & Menengah Pasok Komponen Motor Listrik Nasional

    Agustus 18, 2026

    25 Tahun DOCI: Perjalanan Komunitas Ducati, dari Touring hingga Bawa Nama Indonesia ke Dunia

    Agustus 15, 2026

    Pebalap Sebut Pertamina MRS Tempa Mental, Percaya Diri, dan Jalur ke Level Dunia

    Juli 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi DPR terus menurun…

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    Belajar dari NU dan Muhammadiyah: Demokrasi Bukan Sekadar Memilih Pemenang

    By MartinAgustus 31, 2026

    Demokrasi kerap dipahami sederhana: siapa memperoleh suara terbanyak, dialah yang menang. Padahal,…

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?