JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) segera menggelar Pendidikan dan Latihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia gelombang kedua. Langkah ini bertujuan memenuhi kebutuhan manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Sekretaris Jenderal Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan proses persiapan terus berjalan. Kemhan telah menyiapkan calon peserta diklat melalui mekanisme talent pool.
“Diklat gelombang kedua ini masih menunggu hasil rapat panitia pusat, tetapi kita sudah menyiapkan personel,” kata Tri, Jumat (31/7/26).
Tri menyebut kuota peserta gelombang kedua akan sedikit berbeda dari sebelumnya. Sebelumnya, Kemhan telah meluluskan 33.785 peserta pada diklat gelombang pertama.
Para lulusan akan mengelola Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo memastikan belasan ribu koperasi siap.
“Per hari ini Koperasi Desa Merah Putih yang sudah selesai dibangun mencapai 18.672 unit,” kata Joao.
Joao menjelaskan sebanyak 1.021 koperasi desa kini telah beroperasi penuh. Pihaknya akan segera menerjunkan lulusan diklat ke lokasi operasional tersebut.
Perusahaan juga sedang menyelesaikan pembangunan 3.558 unit koperasi desa tambahan. Mereka juga telah memesan logistik untuk 10.000 koperasi yang siap beroperasi.
Joao optimistis para lulusan SPPI mampu menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
“Kita berharap mereka mampu menggali kekuatan ekonomi untuk mengisi ruang yang tidak dikelola maksimal,” katanya.

