Jakarta, Rasional.co – Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung sekitar 25 jam. Namun, aktivitas vulkaniknya masih aktif dan potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan dinilai masih tinggi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat episode gempa erupsi menerus mulai terjadi pada Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
Setelah episode tersebut berakhir, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami satu kali erupsi bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik. Erupsi tersebut sementara diinterpretasikan sebagai penanda akhir episode erupsi menerus sebelumnya.
Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan dinamika sehingga potensi letusan susulan tetap perlu diwaspadai.
“Potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi,” ujar Siti Sumilah dalam konferensi pers, Minggu (6/9).
Siti juga menegaskan status Level III dan seluruh rekomendasi tetap berlaku sampai evaluasi berikutnya diterbitkan.
“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus kami evaluasi secara berkala. Selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan, status Level III (Siaga) dan seluruh rekomendasinya tetap berlaku,” kata dia.
Potensi bahaya yang menyertai aktivitas tersebut antara lain lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Aliran lava juga berpotensi terjadi apabila episode erupsi menerus kembali berlangsung.
Dari pemantauan instrumental, energi aktivitas vulkanik yang diukur melalui rerata amplitudo RSAM sempat meningkat pada 5 September 2026. Namun, indikator tersebut menunjukkan tren penurunan pada 6 September 2026.
Sementara itu, data Tiltmeter Stasiun Tanjung masih menunjukkan kecenderungan inflasi sejak awal Agustus 2026. Adapun Stasiun Lava93 mencatat pola yang relatif mendatar atau konstan.
Kondisi visual Gunung Anak Krakatau selama periode pengamatan 5-6 September 2026 juga masih menunjukkan aktivitas erupsi. Pada malam hari, kolom erupsi berwarna merah terlihat dari pemantauan CCTV, sedangkan pada siang hari tampak kepulan berwarna kehitaman.
Berdasarkan evaluasi aktivitas tersebut, PVMBG mempertahankan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).
Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
PVMBG juga mengimbau masyarakat di pesisir Pantai Banten dan Lampung tetap tenang serta tidak mempercayai informasi hoaks mengenai potensi tsunami akibat erupsi.
Masyarakat masih dapat menjalankan aktivitas normal dengan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi.

