Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Ditawari Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Pilih Bongkar Kasus di Pengadilan
    Nasional

    Ditawari Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Pilih Bongkar Kasus di Pengadilan

    MartinBy MartinJuni 22, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Roy Suryo dan Dokter Tifa menolak damai dengan Jokowi dalam kasus ijazah palsu. Keduanya memilih menghadapi persidangan demi kepastian hukum. (Foto: Istimewa)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – Roy Suryo dan Dokter Tifa menolak tawaran damai dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Keduanya memilih melanjutkan perkara ke persidangan karena menginginkan kepastian hukum.

    Penolakan itu disampaikan setelah berkas perkara kedua tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Jaksa Penuntut Umum disebut menawarkan mekanisme Restorative Justice dan Plea Bargaining kepada keduanya.

    “Mas Roy dan Bu Tifa secara tegas di hadapan jaksa penuntut umum menyatakan tidak akan berdamai dengan Pak Jokowi. Allahu Akbar! Artinya menolak,” ujar kuasa hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, Abdul Gafur Sangadji, di Kejari Jakarta Selatan, Senin(22/6/26).

    Roy Suryo Tolak Damai Demi Kepastian Hukum

    Gafur mengatakan kedua kliennya merasa tidak melakukan tindak pidana sebagaimana yang dituduhkan. Mereka menganggap aktivitas yang dilakukan merupakan penelitian terhadap objek ijazah yang dipersoalkan publik.

    “Mereka merasa tidak pernah bersalah. Yang mereka lakukan adalah meneliti objek ijazah yang diragukan. Mereka tidak ingin sekadar damai, tapi ingin kepastian hukum,” tegasnya.

    Dia juga mengungkapkan mayoritas laporan dari sejumlah pihak tidak masuk dalam surat dakwaan. Menurut dia, laporan dari Samuel Sueken, Andi Kurniawan, dan Lechumanan telah digugurkan jaksa melalui mekanisme P-19.

    “Alhamdulillah, jaksa menggugurkan tiga laporan (LP). Ternyata laporan-laporan tersebut tidak berdasar secara hukum dan tidak dimasukkan dalam surat dakwaan,” katanya.

    • Baca juga: Diborgol Menuju Kejari, Roy Suryo Pecah Keheningan dengan Takbir

    Berkas Perkara Capai Hampir Satu Meter

    Gafur menyebut berkas perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa mencapai tinggi hampir satu meter. Penyidik Polda Metro Jaya juga menyerahkan sejumlah koper berisi barang bukti kepada kejaksaan.

    “Saya melihat berkas perkaranya setinggi saya, hampir satu meter ya. Ada beberapa koper barang bukti juga yang diserahkan dari penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan,” ungkapnya.

    Dia menambahkan kondisi kesehatan Roy Suryo dan Dokter Tifa masih belum stabil setelah menjalani perawatan di RS Polri. Pihak keluarga telah mengajukan penangguhan penahanan dengan alasan kemanusiaan dan berharap permohonan tersebut dikabulkan.

    Abdul Gafur Sangadji Dokter Tifa Ijazah Palsu Jokowi Kejari Jakarta Selatan restorative justice Roy Suryo
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKado HUT Jakarta, Hari ini Stasiun JIS Resmi Beroperasi dan Mudahkan Akses Warga
    Next Article Penahanan Batal di Detik Terakhir, Roy Suryo dan Dokter Tifa Pulang
    Martin
    • Website

    Related Posts

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    September 2, 2026

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    September 1, 2026

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    By MartinSeptember 2, 2026

    JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax Green 95…

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?