Rasional.co – Pagi, sore, hingga malam, Amat Surman kini memiliki kesibukan baru di rumahnya di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Ia rutin memastikan ayam-ayam di kandang samping rumahnya mendapat pakan dan minum yang cukup.
Setiap dua hari sekali, pria berusia 72 tahun itu juga membersihkan kandang. Aktivitas sederhana tersebut mulai membawa perubahan bagi Amat. Ayam-ayam yang dipeliharanya kini telah mulai bertelur.
Bagi Amat, telur yang dihasilkan bukan sekadar hasil dari memelihara ayam. Produksi tersebut membuka harapan untuk memiliki penghasilan sendiri setelah sebelumnya tidak mempunyai pekerjaan tetap.
“Sebelum merawat ayam-ayam ini bisa dibilang saya menganggur, karena tidak ada pekerjaan tetap, jadi untuk kebutuhan sehari-hari ya masih bergantung pada anak saya,” kata Amat.
Memelihara ayam sebenarnya bukan hal baru bagi Amat. Sejak duduk di sekolah dasar, ia sudah terbiasa memelihara ayam, bebek, dan kambing.
Namun kali ini berbeda. Pengalaman yang dulu menjadi bagian dari kesehariannya kini mendapat kesempatan menjadi kegiatan produktif yang berpotensi membantu perekonomian keluarganya.
Semangat dan ikhtiar Amat semakin berkembang sejak menjadi salah satu penerima manfaat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA melalui program ayam petelur rumahan di Desa Sirah Pulau.
- Baca juga: Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
Pada tahap awal, setiap penerima manfaat memperoleh 12 ekor ayam siap bertelur, satu karung pakan, serta kandang baru yang ditempatkan di dekat rumah.
Ayam dipilih dalam kondisi siap bertelur agar manfaat program dapat dirasakan lebih cepat. Hasilnya bahkan datang lebih awal dari perkiraan.
Semula ayam diperkirakan mulai bertelur sekitar hari ke-24. Namun dalam pelaksanaannya, ayam telah mulai menghasilkan telur pada hari ke-16. Hingga 31 Agustus 2026, atau 23 hari setelah distribusi, ayam-ayam tersebut telah beradaptasi dan mulai berproduksi.
Mulainya produksi telur menjadi pemantik semangat bagi para penerima manfaat. Selain dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasil tersebut membuka peluang untuk mengembangkan budidaya menjadi kegiatan ekonomi yang lebih besar.
Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, mulai bertelurnya ayam bantuan menjadi tanda bahwa program telah memasuki tahap penting karena manfaat ekonominya mulai dirasakan masyarakat.
“Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal, kini sudah mulai bertelur,” ujar Eko.
Menurut Eko, pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan. PTBA juga memberikan pelatihan dan pendampingan agar masyarakat memiliki kemampuan mengelola usaha secara mandiri.
“Yang ingin kami bangun adalah ekosistem usaha yang dapat tumbuh secara mandiri. Karena itu, selain memberikan ayam dan sarana pendukung, PTBA juga memberikan pelatihan serta pendampingan,” tuturnya.
Sustainability Division Head PTBA Dedy Saptaria Rosa mengatakan, produksi telur menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, mulai dari pengelolaan produksi dan kesehatan ayam hingga pemasaran.
Program tersebut dijalankan bersama Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana, dengan melibatkan tenaga ahli budidaya ayam petelur serta dukungan Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Sirah Pulau.
Pengembangan program juga diarahkan menuju ekosistem yang lebih mandiri. Salah satunya melalui survei lokasi di desa terdekat Ring 1 perusahaan untuk persiapan penanaman jagung dan pengembangan pabrik pakan mandiri.
Langkah tersebut diharapkan membuat budidaya ayam petelur lebih efisien sekaligus membuka nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Bagi Amat, harapan itu bermula dari kandang kecil di samping rumahnya. Ia berharap jumlah ayam dan dukungan pakan dapat ditambah sehingga produksi telur meningkat dan kegiatan tersebut benar-benar menjadi sumber penghasilan keluarga.
“Kalau ayamnya semakin banyak dan produksinya bagus, kami juga bisa mendapatkan penghasilan lebih,” tutur Amat.

