JAKARTA – Stabilitas politik dan keamanan nasional menjadi fondasi utama dalam menggerakkan roda perekonomian suatu negara. Tanpa iklim yang kondusif, target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah akan sulit direalisasikan.
Kebutuhan tersebut kembali mengemuka seiring pelantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya di Istana Negara, Kamis (1/10/26).
Kehadiran Dudung dalam jajaran kabinet memunculkan optimisme dari berbagai kalangan, termasuk akademisi. Harapan besar tersebut salah satunya disuarakan oleh Guru Besar Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), Prof. Dr. Ariawan Gunadi.
”Saya sebagai Guru Besar di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), di mana Bapak Jenderal Dudung juga menjabat sebagai Ketua Senat, saya menaruh harapan besar atas peran beliau sebagai Menko Polkam,” kata Prof. Dr. Ariawan Gunadi, Jumat (2/10/26).
Tokoh yang akrab disapa Prof Ariawan itu menilai peran tata kelola kementerian ini sangat vital. Dia mendorong penguatan sektor keamanan untuk meminimalisasi berbagai potensi gangguan stabilitas negara.
”Kita berharap beliau mampu menegakkan stabilitas politik dan keamanan nasional yang strategis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Ariawan menjelaskan bahwa jaminan kepastian hukum memiliki korelasi langsung terhadap iklim dunia usaha. Keamanan yang stabil sangat dibutuhkan untuk mendongkrak kepercayaan para investor.
”Dengan iklim politik dan keamanan yang kondusif serta supremasi hukum yang terjaga, iklim investasi di Indonesia tentu akan semakin membaik,” tegasnya.
Penilaian tersebut bertumpu pada pengabdian panjang Dudung sejak berkarier di tubuh militer hingga pemerintahan. Kepemimpinan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu dinilai konsisten merawat harmoni kebangsaan.
”Rekam jejak Jenderal Dudung yang berani, tegas dalam menegakkan aturan, sekaligus inklusif dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat hingga rakyat kecil, akan menjadi modal berharga bagi kemajuan bangsa,” ungkapnya.
Ketegasan struktural yang diimbangi dengan pendekatan merakyat diyakini mampu menciptakan tatanan sosial yang harmonis. Hal ini menjadi modal utama agar agenda strategis nasional dapat berjalan tanpa hambatan.
”Semoga kepemimpinan beliau menjadi secercah harapan baru dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

