MEDAN – Basarnas Medan mengerahkan 15 personel beserta peralatan Urban Search and Rescue (USAR) untuk mencari dua korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan di Grand Polonia, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia. Operasi dilakukan setelah bangunan diduga runtuh akibat ledakan gas pipa tanam.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan pada Senin (20/7) pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara. Tim Rescue kemudian diberangkatkan ke lokasi membawa peralatan pencarian dan evakuasi.
“Tim SAR Gabungan saat ini terus melakukan pencarian secara intensif dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi reruntuhan bangunan. Alhamdulillah pagi ini pukul 02.20 WIB satu orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, Selasa (21/7/26).
Setibanya di lokasi, personel Basarnas berkoordinasi dengan Brimob Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, dan unsur SAR gabungan. Tim kemudian melakukan asesmen awal serta briefing sebelum operasi pencarian dimulai.
Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan drone thermal untuk mendeteksi korban, SRU 2 melakukan pencarian melalui sektorisasi area, sedangkan SRU 3 membuka akses menggunakan peralatan ekstrikasi.
Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang berada di lokasi saat kejadian. Empat orang berhasil selamat, satu korban ditemukan meninggal dunia, dan dua korban lainnya masih dalam pencarian.
“Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas mengingat kondisi struktur bangunan yang masih berpotensi mengalami pergeseran. Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan sehingga dapat segera dievakuasi,” ujar Hery.
Operasi SAR melibatkan Basarnas Medan bersama Brimob Polda Sumut, Direktorat Samapta Polda Sumut, TNI AU, Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Saka SAR, dan pemerintah setempat. Tim juga didukung Rescue Truck, Rescue Car Double Cabin, crane, drone thermal, peralatan medis, alat penerangan, serta perlengkapan komunikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian masih berlangsung di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan. Tim SAR Gabungan terus menyisir dan membuka akses pada titik yang diduga menjadi lokasi kedua korban tertimbun.

