Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    • Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    • Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Utang Luar Negeri Indonesia Naik 4,4% Jadi Rp8.178 Triliun
    Ekonomi

    Utang Luar Negeri Indonesia Naik 4,4% Jadi Rp8.178 Triliun

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaAgustus 19, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta – Utang luar negeri (ULN) Indonesia meningkat 4,4% secara tahunan pada triwulan II 2026 menjadi US$453,4 miliar atau sekitar Rp8.178 triliun. Kenaikan tersebut terutama berasal dari ULN publik, sementara utang luar negeri swasta masih mengalami kontraksi.

    Nilai rupiah tersebut merupakan hasil konversi US$453,4 miliar menggunakan kurs JISDOR Bank Indonesia sebesar Rp18.037 per dolar AS pada 4 Agustus 2026.

    Bank Indonesia menyebut peningkatan ULN secara tahunan terutama dipengaruhi kenaikan ULN publik yang mencakup pemerintah dan bank sentral. Di sisi lain, kontraksi ULN swasta mulai melambat.

    Posisi ULN pemerintah pada triwulan II 2026 mencapai US$216,3 miliar atau sekitar Rp3.901 triliun. Angka tersebut tumbuh 2,9% secara tahunan, melambat dibandingkan pertumbuhan 3,8% pada triwulan I 2026.

    Kenaikan ULN pemerintah terutama dipengaruhi aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN). BI menyebut perkembangan tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

    • Baca juga: 6 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Menganggur Menurut Data BPS Terbaru

    Pemerintah menyatakan ULN tetap dikelola secara pruden, terukur, dan fleksibel. Pembiayaan dari utang luar negeri diarahkan antara lain untuk mendukung sektor produktif dengan tetap memperhatikan keberlanjutan pengelolaan utang.

    Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah antara lain digunakan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22% dari total ULN pemerintah. Berikutnya administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 20,6%, jasa pendidikan 16,2%, konstruksi 11,5%, serta transportasi dan pergudangan 8,5%.

    BI menyebut posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali karena hampir seluruhnya merupakan utang jangka panjang.

    Sementara itu, ULN swasta tercatat US$194,6 miliar atau sekitar Rp3.510 triliun. Nilai tersebut mengalami kontraksi 0,6% secara tahunan, meski membaik dibandingkan kontraksi 1,3% pada triwulan sebelumnya.

    Kontraksi ULN swasta terutama berasal dari lembaga keuangan yang mencatat penurunan 3,4% secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kontraksi 6,3% pada triwulan I 2026.

    ULN swasta terutama berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang 79,4% dari total ULN swasta.

    Dari sisi struktur, ULN swasta juga didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 75,7%.

    Secara keseluruhan, BI mencatat rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 30,6% pada triwulan II 2026. Sebanyak 82,1% dari total ULN juga merupakan utang jangka panjang.

    Struktur tersebut menjadi dasar BI menyebut ULN Indonesia tetap sehat dan dikelola dengan prinsip kehati-hatian. BI bersama pemerintah juga terus memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan ULN.

    Bank Indonesia menilai ULN masih dapat dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan risiko terhadap stabilitas perekonomian.

    Dengan posisi US$453,4 miliar, ULN Indonesia pada triwulan II 2026 setara sekitar Rp8.178 triliun berdasarkan kurs JISDOR Rp18.037 per dolar AS.

    Bank Indonesia BI Luar Negeri Stabilitas Ekonomi ULN Utang
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article253 Ton Logistik Dikirim ke NTT, Distribusi Bantuan Dipercepat
    Next Article 2 Modus WN Tiongkok Selundupkan Emas 22 Kg, Libatkan Oknum Petugas Bandara Soetta
    Bayu Pratama

    Related Posts

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026

    Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”

    September 1, 2026

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) membuka seleksi Beasiswa Zakat 2026 dengan skema pembiayaan penuh hingga…

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    Belajar dari NU dan Muhammadiyah: Demokrasi Bukan Sekadar Memilih Pemenang

    By MartinAgustus 31, 2026

    Demokrasi kerap dipahami sederhana: siapa memperoleh suara terbanyak, dialah yang menang. Padahal,…

    Merica, Cabai, Kratom dari Kalimantan Tembus Pasar Ekspor Global Hingga India & AS

    By Bayu PratamaAgustus 31, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Produk lokal Kalimantan berpeluang memperluas pasar hingga Eropa, Amerika,…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?