MALANG – Siswa peserta pembekalan kewirausahaan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang mulai terdorong untuk berani membangun ide-ide bisnis kreatif setelah memperoleh motivasi dan wawasan mengenai dunia usaha dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Pembekalan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda menghadapi persaingan global sejak masih duduk di bangku sekolah.Salah seorang siswa MAN 2 Kota Malang, Muhammad Ziyad, mengaku kegiatan tersebut membuka perspektif baru mengenai kewirausahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk mulai merancang usaha.
“Pembekalan serta motivasi langsung dari Kementerian Perdagangan sangat bermanfaat bagi para siswa untuk mulai berani membangun ide-ide bisnis kreatif, melatih kemandirian, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global sejak masa sekolah,” ujar Ziyad.
- Baca juga: Gubernur Bank Sentral se-Asia Pasifik Waspadai Ketergantungan AI & Cloud ke Sistem Keuangan
Pembekalan tersebut diberikan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri ke MAN 2 Kota Malang, Jumat (25/7/2026). Sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah yang ditetapkan sebagai bagian dari Program SMA Unggul Garuda Transformasi yang bertujuan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan itu, Wamendag Roro menegaskan Kemendag akan terus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, penanaman semangat berwirausaha sejak dini menjadi salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perdagangan dunia yang semakin dinamis dan kompetitif.
“Kementerian Perdagangan sangat aktif mendorong peningkatan kualitas SDM melalui pengembangan jiwa kewirausahaan anak muda sejak dini. Pembekalan yang diberikan secara dini bertujuan untuk menumbuhkan semangat serta membukakan peluang bagi generasi muda dalam berwirausaha,” kata Roro.Ia menjelaskan, berbagai program prioritas pemerintah, seperti Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat, diharapkan turut mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan daya saing Indonesia di masa mendatang.
Menurut Roro, Program Sekolah Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM sekaligus memastikan generasi muda memperoleh pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masa depan.
Selain menyasar pelajar, Kemendag juga menjalankan program Campuspreneur untuk memperkuat UMKM binaan perguruan tinggi. Program tersebut dirancang agar usaha yang dikembangkan mahasiswa tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.
“Memasuki era persaingan global, Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang mampu berinovasi, menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Alumni program ekspor tembus pasar internasionalUsai mengunjungi MAN 2 Kota Malang, Wamendag Roro melanjutkan kunjungan ke UMKM Ayung Sportindo, alumni Export Coaching Program (ECP) Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kemendag.
Menurut Roro, perusahaan konveksi tersebut telah berhasil mengekspor produk ke Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Kolombia hingga Rusia. Selain itu, Ayung Sportindo juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan mempekerjakan 34 karyawan tetap dan ratusan mitra lokal.
Kemendag, lanjutnya, akan terus memperkuat daya saing UMKM melalui pelatihan peningkatan kapasitas, fasilitasi promosi pada pameran internasional, serta pembukaan akses pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan.
Ayung Sportindo berdiri pada 2010 di Kota Malang dan memproduksi jaket outdoor, pakaian kerja, pakaian olahraga, serta berbagai produk konveksi lainnya. Pada 2025, perusahaan tersebut mengikuti ECP hasil kolaborasi PPEJP dengan Bank Jatim untuk memperkuat kapasitas ekspor, mulai dari pengembangan produk, strategi pemasaran internasional, hingga kesiapan memasuki pasar global.

