BANDUNG, RASIONAL.CO โ Turnamen Piala Presiden 2026 resmi bergulir dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 24.000 penonton memadati Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada laga pembuka yang mempertemukan Persib Bandung melawan Arema FC, Sabtu (25/7), dengan seluruh tiket pertandingan habis terjual.
Selain tingginya animo suporter, penyelenggaraan Piala Presiden tahun ini juga menghadirkan sejumlah peningkatan. Total hadiah juara naik dari Rp5,5 miliar menjadi Rp6 miliar, jumlah peserta luar negeri bertambah menjadi tiga klub, serta panitia melibatkan 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong perputaran ekonomi selama turnamen berlangsung.
Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026 Tsamara Amany mengatakan seluruh 24.000 tiket laga pembuka telah terjual sebelum kick off.
“Antusiasme penonton luar biasa, tiket yang terjual sebanyak 24.000 lembar dan sudah habis terjual (sold out),” ujar Tsamara.
Ia mengatakan panitia berharap kehadiran puluhan ribu suporter, termasuk dari luar daerah, dapat memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga berbagai usaha lokal lainnya.
Sebanyak 100 UMKM dilibatkan dalam turnamen ini, terdiri atas 50 pelaku usaha di Bandung dan 50 lainnya di Surabaya. Mereka dipilih melalui proses kurasi agar produk yang ditawarkan memiliki kualitas sekaligus memberi ruang bagi usaha yang sedang berkembang.
“Karena itu kami melibatkan UMKM dan berharap kehadiran suporter dari luar daerah dapat mendorong sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Ada efek berganda (multiplier effect) yang ingin kami hadirkan,” katanya.
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait mengatakan turnamen tahun ini mengalami peningkatan dibanding edisi sebelumnya, baik dari sisi hadiah maupun kualitas peserta.
“Hadiahnya naik, tadinya Rp5,5 miliar jadi Rp6 miliar. Kemudian peserta luar negerinya juga nambah. Dulu cuma dua, sekarang ada tiga,” kata Maruarar.
Menurutnya, panitia juga memberikan perhatian lebih besar terhadap penataan area UMKM di sekitar stadion. Pengelolaan yang lebih baik diharapkan membuat pelaku usaha dapat memanfaatkan tingginya jumlah penonton selama turnamen berlangsung.
“Saya lihat pengelolaan UMKM-nya lebih bagus sekarang. Lebih bersih, tempat-tempatnya disiapkan, lebih ramai juga. Saya minta yang dipilih bukan hanya brand yang sudah besar, tetapi juga UMKM yang punya potensi untuk berkembang,” ujarnya.
Maruarar menambahkan harga tiket sebesar Rp50 ribu dipertahankan agar masyarakat tetap dapat menikmati pertandingan sepak bola dengan harga terjangkau.
Ia juga berharap penyelenggaraan Piala Presiden dapat menjadi model pengelolaan industri olahraga nasional. Menurutnya, turnamen diaudit oleh PwC dan seluruh pembiayaan berasal dari pihak swasta tanpa menggunakan dana APBN maupun BUMN.
Sementara itu, Tsamara mengatakan panitia telah mempersiapkan seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari pengamanan hingga kebersihan stadion. Ia berharap laga Persib Bandung kontra Arema FC menjadi contoh bahwa rivalitas antarsuporter dapat berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan sportif.

