JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Sabtu(16/5/26). Peresmian dilakukan secara simbolis di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan terhubung virtual dengan daerah lainnya.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa. Pemerintah menargetkan Koperasi Desa Merah Putih mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Menjelang peluncuran nasional, Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita meninjau langsung kesiapan KDMP di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu(13/5/26).
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dan operasional program desa tersebut siap sebelum diresmikan Presiden Prabowo. Ferry mengatakan pemerintah terus mematangkan persiapan agar peluncuran berjalan lancar di seluruh daerah.
“Ini persiapan peresmian KDMP bersama wakil panglima TNI beserta jajarannya di Kopdes MP Desa Kragilan Boyolali,” kata Ferry kepada Beritasatu.com.
Koperasi Desa Merah Putih Jadi Program Strategis
Ferry menjelaskan program tersebut dirancang untuk memperkuat sektor ekonomi rakyat melalui pengembangan usaha berbasis desa. Pemerintah juga ingin memperluas akses masyarakat terhadap aktivitas usaha, distribusi barang, hingga pembiayaan ekonomi lokal.
Karena itu, persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana operasional hingga kesiapan sumber daya di lapangan. Pemerintah menggandeng berbagai pihak agar seluruh KDMP dapat langsung berjalan setelah diresmikan.
Di Kabupaten Boyolali, pemerintah daerah mencatat sekitar 250 koperasi telah terbentuk dari target 267 KDMP. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai beroperasi sebelum peluncuran nasional dilakukan.
Sejumlah KDMP Sudah Mulai Beroperasi
Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan koperasi yang telah berjalan berada di Desa Metuk dan Desa Cepogo. Pemerintah daerah kini fokus menyelesaikan kesiapan fasilitas dan perlengkapan operasional lainnya.
“Harapannya nanti setelah di-launching oleh Pak Presiden pada tanggal 16 Mei mendatang semua peralatan sudah ada dan semua bisa beroperasi,” ujar Agus.
Pemerintah berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi mesin baru penggerak ekonomi masyarakat desa. Selain memperkuat usaha rakyat, program tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha dan memperluas aktivitas ekonomi lokal secara berkelanjutan.

