Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Jejak Pelatih Persija 10 Tahun Terakhir: Mampukah Shin Tae-Yong Akhiri Era Ketidakstabilan Macan Kemayoran?
    Sport

    Jejak Pelatih Persija 10 Tahun Terakhir: Mampukah Shin Tae-Yong Akhiri Era Ketidakstabilan Macan Kemayoran?

    ADNBy ADNJuni 15, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Shin Tae-yong Persija Jakarta
    Shin Tae-yong resmi menjadi pelatih Persija Jakarta untuk musim 2026-2027. Persija membidik prestasi lewat rekam jejak sukses mantan pelatih Timnas Indonesia. (Foto: Detik)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – Kedatangan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong, sebagai pelatih baru Persija Jakarta menjadi babak baru bagi klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Penunjukan pelatih asal Korea Selatan itu pada 8 Juni 2026 dinilai sebagai langkah besar manajemen Persija dalam membangun proyek jangka panjang setelah satu dekade penuh dinamika pergantian pelatih.

    Sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia, Persija memiliki ekspektasi tinggi dari manajemen maupun suporternya, The Jakmania. Tekanan untuk mempertahankan prestasi membuat klub ibu kota ini kerap melakukan evaluasi besar, termasuk pergantian pelatih dalam waktu yang relatif singkat.

    Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Persija tercatat beberapa kali berganti pelatih demi mencari formula terbaik untuk mengembalikan kejayaan tim.

    Awal Dinamika Era Modern Persija

    Pada musim 2016, Persija menunjuk pelatih asal Brasil, Paulo Camargo. Namun, kebersamaan tersebut tidak berlangsung lama setelah Camargo mengakhiri masa kepelatihannya pada Agustus 2016. Kehadiran Camargo menjadi awal dari dinamika panjang pergantian pelatih di tubuh Persija.

    Setahun berselang, tepatnya musim 2017, Persija kembali menunjuk pelatih asal Brasil, Stefano Cugurra atau yang akrab disapa Teco. Di bawah kepemimpinannya, Persija menunjukkan perkembangan signifikan.

    Puncaknya terjadi pada musim 2018 saat Persija berhasil menjuarai Liga 1 Indonesia setelah penantian panjang selama bertahun-tahun. Teco dianggap sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Persija. Namun, setelah membawa gelar juara, ia memilih meninggalkan klub pada akhir musim 2018 untuk mencari tantangan baru.

    Krisis dan Pergantian Tiga Pelatih dalam Setahun

    Pasca kepergian Teco, Persija memasuki fase ketidakstabilan. Pada musim 2019, manajemen menunjuk Ivan Kolev sebagai pelatih kepala. Namun, hasil yang kurang memuaskan membuat posisi tersebut dievaluasi.

    Di tengah kompetisi, Persija mengganti Kolev dengan pelatih asal Spanyol, Julio Banuelos. Sayangnya, performa tim belum juga membaik. Situasi tersebut membuat manajemen kembali melakukan pergantian dengan menunjuk Edison Tavares pada tahun yang sama.

    Tiga kali pergantian pelatih dalam satu musim menjadi gambaran tingginya tekanan di internal klub. Ketidakstabilan tersebut membuat Persija sempat terjebak di papan bawah klasemen dan harus berjuang menjauhi zona degradasi.

    Pandemi dan Munculnya Sudirman

    Saat pandemi COVID-19 melanda pada 2020, kompetisi Liga 1 Indonesia harus dihentikan. Di tengah situasi tersebut, Persija menunjuk Sergio Farias sebagai pelatih anyar. Namun, pandemi membuat program kepelatihannya tidak berjalan maksimal.

    Setelah itu, Persija mempercayakan kursi pelatih kepada Sudirman. Meski berstatus pelatih lokal, Sudirman mampu membawa Persija tampil kompetitif hingga mencapai final Piala Menpora 2021.

    Penampilan tim pada masa itu mendapat respons positif dari suporter maupun pengamat sepak bola nasional.

    Harapan Besar kepada Pelatih Asing

    Pertengahan 2021, Persija kembali mendatangkan Angelo Alessio, mantan asisten pelatih Tim Nasional Italia. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan tim melalui pengalaman internasional yang dimilikinya.

    Namun, hasil di lapangan tidak berjalan sesuai ekspektasi. Persija gagal menunjukkan konsistensi performa, hingga Alessio akhirnya meninggalkan klub pada awal 2022.

    Pada tahun yang sama, Persija menunjuk pelatih asal Jerman, Thomas Doll. Berbeda dengan pelatih sebelumnya, Doll diberikan waktu lebih panjang untuk membangun chemistry tim.

    Thomas Doll dikenal sebagai sosok yang berani memberi kesempatan kepada pemain muda. Selama masa kepelatihannya, Persija mampu bersaing di papan atas Liga 1 dan menunjukkan peningkatan performa yang cukup signifikan.

    Meski demikian, kegagalan membawa trofi juara membuat perjalanan Doll bersama Persija berakhir setelah dua musim.

    Carlos Pena hingga Mauricio Souza

    Setelah era Thomas Doll, Persija menunjuk pelatih asal Spanyol, Carlos Pena. Kehadirannya kembali membawa harapan besar untuk merebut gelar juara. Namun, hasil yang diperoleh belum memenuhi target manajemen.

    Pergantian pelatih kembali terjadi ketika Persija mendatangkan Mauricio Souza asal Brasil. Manajemen berharap Souza mampu mengembalikan Persija sebagai tim kompetitif dan juara.

    Akan tetapi, setelah kompetisi berakhir, manajemen memutuskan tidak memperpanjang kontraknya lantaran target yang diharapkan belum tercapai.

    Sumber : Fotmob.com

    Era Baru Bersama Shin Tae-Yong

    Setelah resmi meninggalkan kursi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong diumumkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta pada 8 Juni 2026.

    Kehadiran pelatih asal Korea Selatan tersebut disebut sebagai langkah strategis sekaligus proyek jangka panjang klub. Hal itu diperkuat dengan kontrak berdurasi tiga tahun yang diberikan manajemen Persija.

    Kedatangan Shin Tae-Yong pun disambut antusias oleh pecinta sepak bola Indonesia, khususnya pendukung Persija, The Jakmania.

    Harapan besar kini disematkan kepada mantan pelatih Timnas Indonesia itu untuk mengakhiri era ketidakstabilan pelatih yang selama satu dekade membayangi Persija sekaligus mengembalikan Macan Kemayoran ke masa kejayaan.

    Dalam rentang 2016–2026, pergantian pelatih yang berulang memang menunjukkan keseriusan manajemen Persija dalam mengejar prestasi. Namun, terlalu sering melakukan perubahan dinilai berpotensi menghambat pembangunan tim dalam jangka panjang karena pemain harus terus beradaptasi dengan filosofi baru.

    Kini, pertanyaan besar muncul: mampukah Shin Tae-Yong membawa kestabilan dan kembali mempersembahkan trofi bagi Persija Jakarta di tengah tingginya ekspektasi suporter dan manajemen.

    (Penulis: Arafi)

    Macan Kemayoran Persija Shin Tae-Yong
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleRp1,22 Triliun Disetor ke Negara, Jaksa Agung Jawab Keraguan Publik
    Next Article Perjalanan Hak Siar Piala Dunia di Indonesia: Dari TVRI hingga Era Streaming 2026
    ADN

    Related Posts

    Pecahkan Rekor Transfer, Liverpool Resmi Boyong Bradley Barcola dari PSG

    Agustus 31, 2026

    Persik Kediri Dukung Penghapusan Regulasi Pemain U23 di Super League 2026/2027

    Agustus 31, 2026

    Mees Hilgers Resmi Pindah ke SC Heerenveen, Siap Buka Lembaran Baru di Eredivisie

    Agustus 31, 2026

    Darurat Sepak Bola Indonesia! 28 Klub Masih Berutang Rp14,8 Miliar ke Pemain, Siapa Saja?

    Agustus 31, 2026

    Live Streaming Persib vs Manila Digger 31 Agustus 2026, Kick-off 19.00 WIB

    Agustus 31, 2026

    Veddriq Leonardo Bidik Emas Panjat Tebing Asian Games 2026, Waspadai 2 Negara Ini

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    By MartinSeptember 2, 2026

    JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax Green 95…

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?