JAKARTA – Piala Dunia FIFA bukan hanya menjadi pesta sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga ajang perebutan hak siar bernilai fantastis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sejak pertama kali tayang di televisi nasional pada 1970, perjalanan hak siar Piala Dunia di Indonesia mengalami perubahan besar, mulai dari dominasi televisi negara hingga era digital dan streaming.
Pada era awal, masyarakat Indonesia hanya mengenal satu saluran televisi, yakni TVRI. Sejak Piala Dunia 1970 hingga 1990, TVRI menjadi pemegang utama hak siar turnamen empat tahunan tersebut. Tayangan pertandingan menjadi hiburan langka sekaligus momentum kebersamaan masyarakat Indonesia yang rela begadang demi menyaksikan laga tim-tim besar dunia.
Memasuki era televisi swasta, persaingan hak siar mulai berkembang. Pada Piala Dunia 1994, TVRI mulai berbagi siaran dengan televisi swasta. Puncaknya terjadi pada 1998 ketika beberapa stasiun televisi nasional seperti RCTI, SCTV, Indosiar, ANTV, hingga TPI (kini MNCTV) ikut menayangkan pertandingan Piala Dunia kepada publik Indonesia.
Memasuki tahun 2000-an, hak siar mulai dikuasai grup media besar. Pada Piala Dunia 2002, hak siar berada di bawah MNC Group melalui RCTI. Empat tahun kemudian, Piala Dunia 2006 disiarkan oleh SCTV di bawah Emtek Group. Sementara itu, pada edisi 2010, MNC Group kembali mengambil alih penayangan melalui RCTI dan Global TV (kini GTV).
Perubahan kembali terjadi pada Piala Dunia 2014 saat ANTV dan tvOne memperoleh hak siar melalui kerja sama dengan Inter Sports Marketing (ISM). Kemudian pada 2018, hak siar berada di tangan Futbal Momentum Asia (FMA) yang bekerja sama dengan sejumlah platform televisi dan televisi berlangganan seperti Trans TV, Trans7, K-Vision, hingga layanan digital.
Era digital semakin terasa pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Hak siar dipegang oleh Emtek Group dengan distribusi tayangan melalui SCTV, Indosiar, MOJI, Mentari TV, hingga platform streaming Vidio dan Nex Parabola. Penonton tidak lagi terbatas pada layar televisi, tetapi dapat menikmati pertandingan melalui perangkat digital kapan saja dan di mana saja.
Sementara itu, Piala Dunia 2026 menjadi momentum spesial bagi Indonesia. Setelah hampir tiga dekade, TVRI kembali resmi menjadi pemegang hak siar Piala Dunia untuk wilayah Indonesia. Seluruh 104 pertandingan akan disiarkan secara gratis melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport, termasuk opsi siaran digital. Kembalinya TVRI dinilai menjadi nostalgia tersendiri bagi generasi yang tumbuh bersama siaran Piala Dunia era 1970–1990-an.
Berikut daftar pemegang hak siar Piala Dunia di Indonesia dari tahun ke tahun:

Perjalanan hak siar ini menunjukkan bagaimana perubahan teknologi dan bisnis media memengaruhi cara masyarakat Indonesia menikmati Piala Dunia. Dari televisi hitam putih milik TVRI hingga streaming di ponsel pintar, sepak bola tetap menjadi tontonan yang menyatukan jutaan penonton di Tanah Air.

