JAKARTA – Gunung Semeru yang dikenal sebagai atap Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan keperkasaannya. Sepanjang Jumat malam, gunung ini mengalami rentetan erupsi tanpa henti sejak pukul 22.00 hingga nyaris pergantian hari.
Kalau biasanya letusan vulkanik terjadi dengan jeda yang cukup lama, kali ini kondisinya berbeda. Berdasarkan laporan tertulis dari Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Lumajang, gunung ini memuntahkan abu vulkanik hingga enam kali hanya dalam kurun waktu kurang dari satu setengah jam.
Kolom abu yang disemburkan bervariasi, didominasi warna putih hingga kelabu tebal dengan intensitas sedang, dan seluruhnya bertiup ke arah utara. Berikut adalah rentetan waktu letusan yang berhasil dicatat oleh pos pengamatan:
-
22.15 WIB: Letusan pembuka terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak.
-
22.26 WIB: Belum berselang lama, letusan kedua menyusul setinggi 500 meter (atau sekitar 4.176 mdpl).
-
22.40 WIB: Semeru kembali bergejolak, menyemburkan material vulkanik setinggi 700 meter.
-
22.54 WIB: Letusan keempat tercatat dengan ketinggian kolom 400 meter.
-
23.05 WIB: Hanya beda hitungan menit, erupsi kelima muncul setinggi 300 meter.
-
23.29 WIB: Ini merupakan letusan tertinggi malam itu, di mana kolom abu menjulang tajam hingga 800 meter di atas puncak. Saat laporan petugas dirilis, letusan bahkan masih terus berlangsung.
Dengan aktivitas letusan yang cukup intens malam ini, Liswanto menegaskan bahwa status vulkanik Gunung Semeru secara resmi berada di Level III atau Siaga. Demi keselamatan bersama, ada beberapa aturan zona aman yang wajib dipatuhi oleh warga lokal maupun pendatang di kawasan Lumajang:
-
Hindari Total Area Besuk Kobokan: Warga sangat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
-
Awas Sempadan Sungai: Di luar radius 13 km tersebut, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam jarak 500 meter dari bibir sungai sepanjang Besuk Kobokan. Ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar bisa menyapu daerah ini hingga radius 17 kilometer.
-
Radius Bahaya Lontaran Batu: Jangan nekat mendekat dalam radius 5 kilometer dari kawah utama gunung. Area ini sangat rawan terhadap ancaman mematikan dari hujan batu pijar.
-
Waspada Anak Sungai dan Guguran Lava: Masyarakat diminta ekstra waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dingin yang berhulu di puncak Semeru. Area yang patut diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, hingga sungai-sungai kecil yang menjadi cabangnya.

