Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital

    Oktober 19, 2026

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Oktober 19, 2026

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital
    • Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya
    • Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice
    • Dugaan Kekerasan Seksual, Kemenag Minta Pesantren Dar Et-Tauhid Bekasi Dibekukan
    • Sistem Royalti Musik Digital Tak Semanis Dulu, Ini Alasan Maia Estianty Ogah Rilis Lagu
    • Hasil Real Madrid vs Sevilla 4-1: Mbappe Cetak Penalti Panenka di Bernabeu!
    • Jadwal Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya: Kontingen Indonesia Bidik Emas Pertama Hari Ini!
    • Penampilan Kangen Band di Synchronize Fest 2026: Nostalgia, Tangis Haru, dan Janji Batal Bubar!
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Senin, Oktober 19
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Nasional»Gunung Anak Krakatau Makin Raksasa, Kini Lebih Luas dari Sebelum Tsunami 2018
    Nasional

    Gunung Anak Krakatau Makin Raksasa, Kini Lebih Luas dari Sebelum Tsunami 2018

    AyuBy AyuSeptember 26, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    Gunung Anak Krakatau
    Gunung Anak Krakatau
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    JAKARTA – Siapa sangka, setelah sempat hancur dan memicu tsunami dahsyat pada akhir 2018 silam, Gunung Anak Krakatau kini perlahan bangkit dan bahkan tumbuh makin raksasa. Berdasarkan pantauan terbaru, ukuran daratan gunung api di Selat Sunda ini malah sudah melampaui ukurannya sebelum tragedi longsoran hebat tersebut terjadi.

    Fenomena alam yang menakjubkan sekaligus bikin kita harus tetap waspada ini terpantau langsung oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Badan Geologi. Yuk, kita bedah fakta-fakta terbarunya!

    Rita Susilawati, Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, membeberkan bahwa data perluasan ini terekam jelas lewat citra Satelit Sentinel per tanggal 15 September 2026.

    Coba kita kilas balik sebentar. Sebelum erupsi dan runtuh pada 22 Desember 2018, luas Anak Krakatau berada di angka 300 hektare. Bencana keruntuhan di sektor barat daya saat itu benar-benar memangkas habis tubuh gunung, menyisakan daratan seluas 246,18 hektare saja di akhir 2018.

    Baca Juga :  Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    Namun, alam punya cara kerjanya sendiri. Tumpukan material dari erupsi yang terus-menerus terjadi membuat daratan gunung ini pelan-pelan pulih. Pada Agustus 2026, luasnya sudah kembali menyentuh 312,3 hektare. Puncaknya, rentetan letusan di awal September 2026 memberikan tambahan endapan lava seluas 32,8 hektare. Hasilnya? Total daratan Gunung Anak Krakatau saat ini resmi menembus 341,5 hektare.

    Pertumbuhan fisik yang super cepat ini ternyata sejalan dengan temuan riset bareng antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan berbagai kampus top dunia seperti University of Birmingham, ITB, hingga Oxford. Mereka sepakat bahwa Anak Krakatau saat ini sedang asyik-asyiknya berada di fase rekonstruksi alias rebuilding phase.

    Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Dini Nurfiani, menjelaskan kalau gunung api memang punya sistem kerja yang sangat dinamis. Mereka hidup dalam siklus panjang: tumbuh, meletus, runtuh, lalu membangun kerucutnya lagi dari awal.

    Baca Juga :  Erupsi Menerus 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, PVMBG: Status Tetap Siaga

    Dini mengingatkan betapa ngerinya kejadian 2018 lalu, di mana keruntuhan tebing gunung memuntahkan sekitar 0,116 kilometer kubik material ke laut. Efeknya, puncak gunung yang tadinya gagah setinggi 330 meter langsung amblas jadi 120 meter dan memicu tsunami Selat Sunda. Kejadian itu juga sempat merubah gaya letusan gunung dari yang awalnya Strombolian (semburan lava biasa) jadi Surtseyan (ledakan eksplosif karena air laut masuk ke kawah).

    Beruntung, sejak 2019 hingga 2026 ini, aktivitas Anak Krakatau sudah kembali “normal” ke tipe Strombolian. Lelehan lava baru terus menumpuk di atas kawah lama, membangun kembali tubuh gunung sedikit demi sedikit.

    Meski sedang rajin-rajinnya tumbuh, tim peneliti BRIN mencatat satu anomali penting: Anak Krakatau tidak membesar secara seimbang alias asimetris.

    Baca Juga :  Iduladha 2026 Berpotensi Serentak, Kemenag Gelar Sidang Isbat Malam Ini

    Bagian barat daya gunung ini tumbuh menempel di atas lereng kaldera bawah laut yang sangat curam. Sebaliknya, sisi timur lautnya nyandar di dasar laut yang lebih dangkal. Ditambah lagi, struktur gunung ini ibarat tumpukan batu bata berat (lava padat) yang disusun di atas spons (endapan tuf ringan yang berpori).

    Kombinasi material berat di atas material ringan, ditambah kemiringan lereng yang jomplang, jelas menjadi faktor penentu kestabilan Gunung Anak Krakatau ke depannya.

    “Catatan sejarah Anak Krakatau membuktikan kalau perilaku gunung api itu nggak pernah statis. Semuanya bisa berubah mengikuti perkembangan tubuh gunung, suplai magma dari bawah, dan kondisi lingkungan sekitarnya,” tutup Dini.

    Melihat dinamika ini, memantau pergerakan Gunung Anak Krakatau jelas bukan cuma soal angka dan data satelit, tapi langkah krusial untuk mitigasi bencana di masa depan.

    badan geologi BRIN erupsi fenomena alam Gunung Anak Krakatau gunung berapi Krakatau mitigasi bencana PVMBG Selat Sunda
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSentil Isu Pemain Lokal vs Diaspora di Skuad Garuda, Jawaban Menohok John Herdman Bikin Merinding
    Next Article Gunung Semeru Meletus Beruntun pada Jumat Malam, Warga Diminta Segera Jauhi Besuk Kobokan

    Berita Terkait

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Oktober 19, 2026

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Oktober 19, 2026

    Dugaan Kekerasan Seksual, Kemenag Minta Pesantren Dar Et-Tauhid Bekasi Dibekukan

    Oktober 19, 2026

    Waduh! Harga Ayam Rp20.000 di Peternak, Rp45.000 di Konsumen, Mentan Amran Periksa Rantai Pasok

    Oktober 18, 2026

    Alhamdulillah! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Tapi …

    Oktober 18, 2026

    Waspada Child Grooming, Ini Alasan Akses Digital Anak Dibatasi

    Oktober 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital

    Bayu PratamaOktober 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – BUMN telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menegaskan penguatan kedaulatan digital Indonesia…

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Oktober 19, 2026

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Oktober 19, 2026
    Top Trending

    Hasil Real Madrid vs Sevilla 4-1: Mbappe Cetak Penalti Panenka di Bernabeu!

    AyuOktober 19, 2026

    JAKARTA – Mencari hasil Real Madrid vs Sevilla pada lanjutan pekan kesembilan…

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Bayu PratamaOktober 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran…

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Bayu PratamaOktober 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu jarak…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?