Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    • Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    • Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda ยป Komdigi: Indonesia Masih Sebatas Pengguna AI, Belum Jadi Pengembang
    Ekonomi

    Komdigi: Indonesia Masih Sebatas Pengguna AI, Belum Jadi Pengembang

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaJuli 23, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA, Rasional.co โ€“ Indonesia dinilai masih berada pada tahap pemanfaatan atau sebatas pengguna (usage) teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), sehingga perlu memperkuat kapasitas nasional agar mampu menjadi pengembang teknologi tersebut.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengatakan peningkatan kemampuan itu harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku inovasi.

    “Kita masih di level usage. Kita belum menjadi developer untuk soal AI,” ujar Nezar saat menjadi keynote speaker dalam acara Grab Venture Velocity Batch 9 di Jakarta, Rabu (22/7).

    Menurut Nezar, Indonesia sebenarnya memiliki modal untuk berkompetisi dalam industri AI. Tingkat adopsi teknologi AI terus meningkat, startup berbasis AI mulai bermunculan, dan inisiatif pengembangan large language model (LLM) nasional juga mulai berkembang.

    Namun, ia menilai modal tersebut belum cukup jika Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi yang dikembangkan negara lain. Karena itu, kemampuan riset, pengembangan, dan inovasi harus terus diperkuat agar Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam ekosistem AI global.

    • Baca juga: Sentil Operator Seluler hingga Gerai, Komdigi: Awasi Registrasi Kartu SIM Biometrik

    Nezar menjelaskan persaingan AI saat ini juga telah bergeser. Kompetisi tidak lagi hanya sebatas menciptakan aplikasi, tetapi mencakup penguasaan semikonduktor, pusat data (data center), graphics processing unit (GPU), hingga rantai pasok mineral kritis yang menjadi fondasi industri AI.

    Karena itu, Indonesia dinilai tidak boleh terlambat masuk ke dalam rantai pasok global industri AI.”Yang paling penting lagi adalah, jangan terlambat untuk masuk ke dalam global supply chain, termasuk AI,” katanya.

    Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi melalui cadangan mineral kritis seperti nikel dan pasir silika. Menurutnya, hilirisasi sumber daya tersebut menjadi produk bernilai tambah dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri semikonduktor dunia.

    “Hilirisasi dari mineral kritis yang mentah itu menjadi produk antara yang kira-kira memperkuat posisi kita dalam global supply chain di industri semikonduktor,” ujarnya.

    Untuk mendukung pengembangan AI nasional, pemerintah juga tengah menyiapkan Peta Jalan AI yang akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden. Regulasi tersebut dirancang menggunakan pendekatan berbasis risiko agar inovasi tetap berkembang sekaligus memastikan pemanfaatan AI berlangsung secara bertanggung jawab.

    Nezar menegaskan AI seharusnya menjadi teknologi pendamping yang membantu meningkatkan produktivitas manusia, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.

    AI Digital Grab Kemkomdigi Komdigi Nezar Patria
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePresiden Prabowo Percepat Pembentukan IIFC, Jakarta Jadi Lokasi Transisi Sebelum ke Bali
    Next Article Kemenpar dan Kemensos Sepakat Perkuat Akses Pendidikan dan SDM Pariwisata
    Bayu Pratama

    Related Posts

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026

    Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”

    September 1, 2026

    Merica, Cabai, Kratom dari Kalimantan Tembus Pasar Ekspor Global Hingga India & AS

    Agustus 31, 2026

    Canonical, Mastersystem, dan Sivali Fokus Bangun Infrastruktur Open Source yang Aman dan Efisien

    Agustus 31, 2026

    Inovasi “Bata Interlock Presisi” Percepat Pembangunan Rumah Tahan Api & Ramah Gempa

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) membuka seleksi Beasiswa Zakat 2026 dengan skema pembiayaan penuh hingga…

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG โ€” Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    Belajar dari NU dan Muhammadiyah: Demokrasi Bukan Sekadar Memilih Pemenang

    By MartinAgustus 31, 2026

    Demokrasi kerap dipahami sederhana: siapa memperoleh suara terbanyak, dialah yang menang. Padahal,…

    Merica, Cabai, Kratom dari Kalimantan Tembus Pasar Ekspor Global Hingga India & AS

    By Bayu PratamaAgustus 31, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Produk lokal Kalimantan berpeluang memperluas pasar hingga Eropa, Amerika,…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?