Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    • Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    • Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Kementerian Pariwisata Dorong Kolaborasi Strategis Pariwisata Regional Melalui Travel Meet Asia 2026
    Nasional

    Kementerian Pariwisata Dorong Kolaborasi Strategis Pariwisata Regional Melalui Travel Meet Asia 2026

    AlvaroBy AlvaroJuni 24, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Pembukaan Travel Meet Asia 2026 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta (Foto: Istimewa)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi penyelenggaraan Travel Meet Asia 2026 sebagai platform strategis bagi industri perjalanan di Asia untuk membangun kemitraan, bertukar ide, dan membentuk masa depan pariwisata.

    “Di tengah lanskap global yang berkembang pesat, sektor pariwisata terus menunjukkan ketangguhannya serta kemampuannya dalam menyatukan masyarakat, pelaku bisnis, dan negara. Lebih dari sekadar pasar, acara ini berfungsi sebagai wadah untuk membangun kemitraan, bertukar ide, dan membentuk masa depan pariwisata di kawasan kita dan sekitarnya,” kata Menteri Pariwisata saat membuka Travel Meet Asia 2026 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

    Travel Meet Asia 2026 yang dilaksanakan pada 23-24 Juni 2026, merupakan bursa pariwisata internasional business-to-business (B2B) yang diselenggarakan oleh Messe Berlin Asia Pacific, serta didukung oleh ITB Asia serta Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA).

    Ajang ini mempertemukan agen perjalanan, operator tur, pelaku industri perhotelan, maskapai penerbangan, serta berbagai pemangku kepentingan pariwisata untuk menjajaki peluang kerja sama sekaligus memperluas akses pasar. Tahun ini, forum tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta, 500 buyers, 100 eksibitor dari 16 negara, dan 60 pembicara.

    Pariwisata merupakan salah sektor paling dinamis di dunia. Menurut UN Tourism (Organisasi Pariwisata Dunia), kedatangan wisatawan internasional mencapai 1,52 miliar secara global pada tahun 2025, yang menunjukkan peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sementara itu, sektor pariwisata Indonesia tumbuh dengan kecepatan yang jauh di atas rata-rata global, mencatat peningkatan sebesar 10,8 persen dalam kedatangan wisatawan mancanegara pada tahun 2025.

    Di tahun yang sama, pariwisata Indonesia menghasilkan devisa sebesar 18,27 miliar Dolar Amerika. Sektor ini juga menyerap 25,9 juta lapangan kerja, serta menjadi salah satu sektor penghasil lapangan kerja terbesar di Indonesia.

    Pariwisata pun tetap menjadi sektor yang inklusif dengan melibatkan partispasi masyarakat luas, termasuk UMKM, perempuan, dan pemuda. Saat ini pariwisata mampu memperkuat mata pencaharian, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendorong komunitas dan masyarakat lokal untuk melestarikan alam dan budaya di lebih dari 6.200 desa wisata Indonesia.

    Dengan potensi pariwisata yang besar, Indonesia menawarkan peluang luas untuk bisnis, kemitraan, dan investasi. Peluang tersebut ditemukan di berbagai segmen pariwisata, termasuk gastronomi, kebugaran (wellness), bahari, budaya, petualangan, dan MICE.

    “Keragaman penawaran ini menciptakan potensi signifikan. Tidak hanya peluang investasi dalam infrastruktur dan layanan pariwisata, tetapi juga pengembangan produk dan paket perjalanan yang inovatif, bernilai tinggi, serta sesuai dengan tren global dan permintaan pasar yang terus berkembang,” ujar Menteri Pariwisata.

    Pemerintah Indonesia berkomitmen menciptakan pariwisata berkualitas, yang tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Indonesia 2025–2029 untuk mempercepat pengembangan destinasi dan memperkuat ekosistem pariwisata.

    Salah satunya dilakukan dengan memfasilitasi intervensi strategis, seperti pembentukan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata untuk menarik investasi dan merangsang aktivitas bisnis.

    Selain itu, pemerintah Indonesia juga menawarkan berbagai insentif, menjaga iklim investasi dan bisnis, serta mendorong sektor pariwisata untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal melalui desa wisata, partisipasi UMKM, dan pengembangan tenaga kerja lokal.

    • Baca juga: https://rasional.co/mulai-juli-komisi-ojol-dipangkas-jadi-8-persen-usai-kesepakatan-dpr/

    Menutup sambutannya, Menpar menekankan penguatan kemitraan dan kolaborasi sebagai kunci untuk membuka potensi pariwisata Asia dan sekitar, sekaligus menciptakan pariwisata berkelanjutan.

    “Tidak ada satu pun baik pemerintah, bisnis, atau organisasi yang dapat membuka potensi penuh pariwisata secara mandiri. Keberhasilan ini bergantung pada kemitraan yang kuat antara sektor publik, swasta, masyarakat lokal, pelaku industri, investor, dan mitra internasional,” ucap Menteri Pariwisata.

    Menteri Widiyanti juga berharap Travel Meet Asia mampu memegang peran penting sebagai salah satu platform kolobrasi bisnis pariwisata utama di kawasan Asia.

    “Di sinilah Travel Meet Asia memainkan peran penting. Semoga terus berkembang dan memperkuat perannya sebagai salah satu platform bisnis pariwisata terkemuka di kawasan ini,”ujarnya.

    Asia Kemenpar Pariwisata Berkualitas Pariwisata Indonesia Travel Meet Asia
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePrabowo Diganjar Penghargaan Tertinggi Petani-Nelayan, Dipuji Berhasil Swasembada Beras
    Next Article Petani-Nelayan Disebut Pahlawan Pangan, AYP Apresiasi Dukungan Prabowo
    Alvaro
    • Website

    Related Posts

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang Akibat ASAP Karhutla, Tim Relawan Turun Tangan

    Agustus 31, 2026

    Mitigasi Karhutla, Kementerian Kehutanan Tutup Sementara 9 Taman Nasional

    Agustus 31, 2026

    Drama Kasus Ruben Onsu Selesai, Kerugian 3,5 Miliar Lunas Tanpa Masuk Bui

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) membuka seleksi Beasiswa Zakat 2026 dengan skema pembiayaan penuh hingga…

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    Belajar dari NU dan Muhammadiyah: Demokrasi Bukan Sekadar Memilih Pemenang

    By MartinAgustus 31, 2026

    Demokrasi kerap dipahami sederhana: siapa memperoleh suara terbanyak, dialah yang menang. Padahal,…

    Merica, Cabai, Kratom dari Kalimantan Tembus Pasar Ekspor Global Hingga India & AS

    By Bayu PratamaAgustus 31, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Produk lokal Kalimantan berpeluang memperluas pasar hingga Eropa, Amerika,…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?