SAMBAS – Kodim 1208/Sambas membuat sejumlah sumur bor di titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas sebagai sumber air alternatif untuk mendukung penanganan kebakaran di tengah kemarau panjang.
Kemarau menyebabkan sejumlah kawasan mengalami kekeringan sehingga petugas di lapangan sempat mengalami kesulitan mendapatkan sumber air untuk menyiram titik api.
“Dalam menghadapi situasi tersebut, Dandim 1208/Sambas Letkol Inf Dwiyanto Kusumo M. A. P secara inisiatif memerintahkan jajarannya untuk melaksanakan pembuatan sumur bor yang merupakan salah satu solusi untuk menyediakan sumber air alternatif bagi personel di lapangan dalam melaksanakan penanganan dan pemadaman karhutla di beberapa wilayah di Kab. Sambas,” dikutip dari keterangan resmi Kodim 1208/Sambas, Senin (7/9/26)
Pembuatan sumur bor menjadi langkah antisipasi untuk mengatasi keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi yang terdampak karhutla.
“Keberadaan sumur bor diharapkan dapat membantu menyediakan pasokan air yang lebih dekat dengan lokasi rawan kebakaran, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif,” ujar Dwiyanto dalam keterangan tersebut.
Sumber air tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembasahan lahan di sekitar titik-titik yang berpotensi terbakar kembali.
Penanganan karhutla di Kabupaten Sambas dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta elemen masyarakat setempat.
Selain pemadaman, upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi dan imbauan langsung bersama pimpinan TNI dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di lapangan dengan melibatkan pemerintah daerah.
“Tak hanya fokus pada pemadaman, langkah pencegahan juga gencar dilakukan melalui sosialisasi dan imbauan langsung bersama pimpinan TNI dan Babinsa di lapangan serta melibatkan pemerintah daerah agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” tambahnya.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari sinergi berbagai pihak dalam menjaga hutan dan mencegah kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat di sekitarnya.

