Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Jadi Dewan Penilai BKPM, Andi Yuslim Patawari Tekankan Kemitraan UMKM dan Pengusaha Besar
    Nasional

    Jadi Dewan Penilai BKPM, Andi Yuslim Patawari Tekankan Kemitraan UMKM dan Pengusaha Besar

    AlvaroBy AlvaroAgustus 14, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Pemaparan Nomine "Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah serta Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian/Lembaga Tahun 2026", di Jakarta. (Foto: Istimewa)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA — Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari (AYP), menekankan pentingnya memastikan investasi yang masuk ke daerah tidak berhenti pada pembangunan perusahaan dan penciptaan nilai ekonomi semata. Menurutnya, investasi harus mampu menciptakan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kemitraan dengan UMKM dan penyerapan tenaga kerja lokal.

    Pandangan tersebut disampaikannya saat dipercaya menjadi Dewan Penilai mewakili Kadin Indonesia dalam ajang Pemaparan Nomine Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah serta Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian/Lembaga Tahun 2026, yang digelar di Gedung Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta.

    Dalam forum penilaian tersebut, AYP menyoroti pentingnya kualitas investasi, khususnya sejauh mana investasi mampu menciptakan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi.

    “Pelibatan sektor UMKM, khususnya pengusaha kecil, melalui kemitraan dengan pengusaha besar sangat penting. Daerah harus melibatkan seluruh stakeholder agar investasi benar-benar berdampak pada perekonomian masyarakat,” ujarnya.

    Investasi Jangan Hanya Menguntungkan Perusahaan Besar

    AYP menilai masuknya investasi ke suatu daerah seharusnya tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang ditanamkan atau jumlah perusahaan yang beroperasi.

    Menurut dia, pemerintah daerah perlu memastikan terdapat mekanisme yang memungkinkan pelaku usaha lokal, terutama UMKM, ikut masuk dalam ekosistem bisnis yang terbentuk dari investasi tersebut.

    Dengan demikian, kehadiran perusahaan besar dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

    “Investasi tidak boleh hanya menghadirkan perusahaan besar tanpa memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang,” tegasnya.

    Kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas manfaat investasi. Pelaku UMKM dapat dilibatkan sebagai pemasok, penyedia jasa maupun bagian dari rantai pasok industri yang tumbuh di suatu wilayah.

    Pendekatan tersebut dinilai penting agar pertumbuhan investasi tidak berjalan sendiri, tetapi terhubung dengan kekuatan ekonomi masyarakat setempat.

    • Baca juga: https://rasional.co/dasco-ajak-pengusaha-bangun-ekosistem-digital-sehat-ayp-dorong-sinergi-dunia-usaha-bagi-generasi-muda/

    Soroti Tenaga Kerja Lokal

    Selain kemitraan UMKM, AYP juga menyoroti persoalan penyerapan tenaga kerja lokal.

    Menurutnya, pemerintah dan pelaku usaha perlu memastikan investasi yang masuk memberikan kesempatan kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kompetensi.

    Ia mengingatkan agar perusahaan yang beroperasi di daerah tidak sepenuhnya mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah, terutama untuk posisi yang sebenarnya dapat diisi oleh sumber daya manusia lokal.

    “Jangan sampai ada perusahaan besar tetapi seluruh pekerja teknis didatangkan dari luar daerah. Kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan konflik sosial. Karena itu, pemberdayaan SDM lokal harus menjadi bagian dari indikator keberhasilan investasi,” ujarnya.

    Keterlibatan tenaga kerja lokal bukan hanya persoalan kesempatan kerja, tetapi juga bagian dari upaya menjaga hubungan yang sehat antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

    Perusahaan yang mampu membuka akses pekerjaan sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat lokal dinilai akan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan lingkungan sosial di sekitar kegiatan usahanya.

    Ukuran Investasi Berkualitas

    Pria yang juga menjabat Wasekjen HKTI ini berharap aspek kemitraan dengan UMKM, penyerapan tenaga kerja lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi perhatian serius dalam penilaian kinerja pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga dalam mempercepat pelaksanaan investasi.

    Ia menilai keberhasilan investasi tidak cukup hanya dilihat dari seberapa cepat izin usaha diterbitkan atau seberapa besar investasi berhasil masuk.

    Lebih jauh, perlu dilihat apakah investasi tersebut mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kapasitas masyarakat di daerah.

    “Investasi yang berkualitas adalah investasi yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” kata AYP.

    Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran strategis untuk membangun ekosistem investasi yang tidak hanya ramah bagi investor, tetapi juga inklusif bagi pelaku usaha lokal.

    • Baca juga: https://rasional.co/bertemu-presiden-prabowo-kadin-perkuat-sinergi-dunia-usaha-dukung-target-pertumbuhan-ekonomi-8-persen/

    Kadin Indonesia Dorong Ekosistem Investasi Inklusif

    Kehadiran Andi Yuslim Patawari sebagai Dewan Penilai yang mewakili Kadin Indonesia sekaligus memperkuat perspektif dunia usaha dalam melihat kinerja pemerintah terkait pelayanan investasi dan percepatan berusaha.

    Bagi dunia usaha, kemudahan berinvestasi memang menjadi faktor penting. Namun, kemudahan tersebut perlu berjalan beriringan dengan terciptanya ekosistem ekonomi yang mampu menghubungkan investor dengan pelaku usaha lokal.

    Dengan pola tersebut, investasi diharapkan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan angka investasi, tetapi juga membangun rantai nilai baru, membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

    Pada akhirnya, kualitas investasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya modal yang masuk, melainkan oleh seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat dan seberapa kuat investasi tersebut membangun ekosistem usaha di daerah.

    AYP BKPM Investasi Kadin Indonesia Tenaga Kerja
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAjukan Kasasi, MNC Asia: Kemenangan yang Dicicil, Banyak Gugatan CMNP Rontok
    Next Article Polri Bongkar Modus Baru Judi Online Pakai Deposit Pulsa, Transaksi Tembus Rp890 Miliar
    Alvaro
    • Website

    Related Posts

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    September 2, 2026

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang Akibat ASAP Karhutla, Tim Relawan Turun Tangan

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    By MartinSeptember 2, 2026

    JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax Green 95…

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?