Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » IHSG Berpotensi Melemah di Awal Pekan
    Ekonomi

    IHSG Berpotensi Melemah di Awal Pekan

    MartinBy MartinMei 3, 2026Updated:Mei 3, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    IHSG
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – IHSG berpotensi kembali melemah pada perdagangan Senin(4/5/26) di tengah tekanan eksternal dan domestik. IHSG sebelumnya terkoreksi 2,03% ke level 6.956,80 pada penutupan Kamis(30/4/26).

    Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memprediksi ihsg bergerak sideways dengan kecenderungan turun. Risiko pelemahan masih terbuka selama stabilisasi nilai tukar dan tensi geopolitik belum menunjukkan perbaikan signifikan.

    Tekanan Global dan Rupiah

    Reza menyebut penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah, serta dinamika arus dana global menjadi faktor utama yang memengaruhi arah ihsg dalam jangka pendek.

    “Secara keseluruhan, pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih menjadi variabel paling dominan dalam menentukan arah IHSG dalam jangka pendek,” ujar dia, Jumat(1/5/26).

    Dari dalam negeri, tren depresiasi rupiah meningkatkan tekanan terhadap pasar karena mendorong capital outflow. Kondisi ini juga memperbesar persepsi risiko investor global terhadap aset domestik.

    Pelaku pasar turut mencermati sejumlah rilis data ekonomi penting, seperti S&P Manufacturing PMI, neraca perdagangan, inflasi, serta pertumbuhan ekonomi. Data tersebut menjadi indikator arah kebijakan sekaligus mencerminkan stabilitas makroekonomi nasional.

    Rekomendasi Saham IHSG

    Sentimen dari laporan kinerja emiten dan pembagian dividen dinilai hanya memberi dorongan terbatas bagi ihsg. Faktor tersebut belum cukup kuat untuk menopang tren penguatan secara berkelanjutan dalam waktu dekat.

    Secara teknikal, pergerakan indeks diperkirakan berada pada kisaran support 6.920—7.000 dan resistance 7.100—7.160. Level ini menjadi acuan penting bagi investor dalam menentukan strategi perdagangan jangka pendek.

    Reza merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati, antara lain BNBR dengan kisaran beli Rp208—Rp215 dan target Rp224—Rp232. Selain itu, ITMG direkomendasikan trading buy di Rp26.175—Rp26.650 dengan target Rp27.025—Rp27.625, serta ADRO trading buy di Rp2.480—Rp2.520 dengan target Rp2.560—Rp2.620.

    Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai ihsg masih berada dalam fase downtrend dengan tekanan jual yang cukup tinggi. Dia memproyeksikan area support berada di level 6.838 dan resistance di level 7.022.

    “Kami mencermati IHSG masih rawan didominasi oleh tekanan jual, di mana akan ada rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia,” kata dia, Kamis(30/4/26).

    Dia menambahkan investor dapat mencermati saham MAPI dengan target Rp1.345—Rp1.410, ANTM dengan target Rp3.910—Rp4.130, serta DEWA dengan target Rp545—Rp595 sebagai alternatif pilihan di tengah dinamika pasar.

    ADRO ANTM BNBR Bursa Efek Indonesia DEWA Ekonomi Global IHSG ITMG MAPI Pasar Saham Rekomendasi Saham Rupiah Saham Indonesia
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleTrio Macan Gen Z Rilis Lagu Minggir-Minggir dengan Personel Baru, Siap Guncang Panggung Dangdut Koplo
    Next Article Inflasi April 2026 Naik Dipicu BBM dan Harga Pangan
    Martin
    • Website

    Related Posts

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    By MartinSeptember 2, 2026

    JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax Green 95…

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?