MAGELANG โ Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) melanjutkan rangkaian Study Visit Tahun Akademik 2026 dengan mengunjungi Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Kamis (30/7).
Berbeda dengan agenda sebelumnya yang berfokus pada kolaborasi akademik dan penguatan perspektif sejarah serta budaya pertahanan, kunjungan kali ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan para taruna Akmil sebagai bagian dari pembelajaran mengenai kepemimpinan, disiplin, dan profesionalisme militer.
Kegiatan diawali dengan courtesy call kepada jajaran pimpinan Akademi Militer, dilanjutkan dengan paparan mengenai sistem pendidikan taruna, makan siang bersama, serta campus tour mengelilingi kawasan Akademi Militer. Suasana kebersamaan antara mahasiswa FSP Unhan dan para taruna menjadi salah satu momen yang menonjol dalam kunjungan tersebut, memperlihatkan eratnya hubungan antara pendidikan akademik pertahanan dan pendidikan pembentukan calon perwira TNI Angkatan Darat.

Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI, Mayor Jenderal TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Sc., mengatakan Akademi Militer merupakan institusi yang memiliki posisi strategis dalam mencetak pemimpin-pemimpin militer Indonesia.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat berkunjung ke Akademi Militer, institusi pendidikan perwira TNI Angkatan Darat yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak pemimpin-pemimpin militer Indonesia,” kata Oktaheroe dalam sambutannya.
Bagi Oktaheroe, kunjungan tersebut juga memiliki makna personal. Sebagai alumnus Akademi Militer, ia mengaku kembali menginjakkan kaki di almamaternya menghadirkan rasa bangga sekaligus nostalgia atas proses pembentukan karakter yang pernah dijalaninya sebagai taruna.
“Akademi Militer adalah almamater yang membentuk karakter, jiwa kepemimpinan, serta nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara yang saya pegang hingga hari ini. Kunjungan ini bukan hanya mempererat kerja sama antarlembaga, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam mengabdi kepada bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, ketahanan nasional membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan kepemimpinan yang kuat. Karena itu, sinergi antara Universitas Pertahanan dan Akademi Militer menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan pertahanan Indonesia.
“Ketahanan nasional memerlukan sinergi antara kekuatan akademik, kekuatan militer, inovasi teknologi, dan karakter kepemimpinan yang tangguh. Universitas Pertahanan dan Akademi Militer memiliki peran yang saling melengkapi dalam menyiapkan pemimpin pertahanan Indonesia,” tutur Oktaheroe.
Selama berada di Akademi Militer, mahasiswa FSP Unhan tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai sistem pendidikan dan pembinaan taruna, tetapi juga berkesempatan membaur secara langsung dalam suasana kehidupan kampus. Momen makan siang bersama menjadi ruang interaksi yang cair antara mahasiswa dan taruna untuk saling bertukar pengalaman mengenai proses pendidikan, tantangan pembelajaran, hingga pandangan mengenai dinamika pertahanan di masa depan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berkeliling kawasan Akademi Militer untuk melihat berbagai fasilitas pendidikan, sarana latihan, serta lingkungan yang selama puluhan tahun menjadi tempat lahirnya para pemimpin TNI Angkatan Darat. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai proses pembentukan kepemimpinan yang memadukan disiplin, ketahanan mental, kemampuan akademik, dan pembinaan karakter.
Bagi mahasiswa Fakultas Strategi Pertahanan, pengalaman berinteraksi langsung dengan taruna Akmil menjadi pelengkap dari rangkaian study visit yang sebelumnya membawa mereka berdiskusi bersama sivitas akademika Universitas Gadjah Mada, mengenal nilai-nilai budaya di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, serta mempelajari sejarah perjuangan bangsa di Monumen Jogja Kembali. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman bahwa pertahanan negara dibangun melalui perpaduan ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, dan kepemimpinan.
Menutup kunjungannya, Oktaheroe berharap hubungan baik antara Universitas Pertahanan dan Akademi Militer terus berkembang melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan doktrin, pertukaran dosen maupun taruna dan mahasiswa, serta riset bersama mengenai strategi pertahanan masa depan.
“Kami meyakini Akademi Militer merupakan mitra strategis Universitas Pertahanan dalam membangun ekosistem pertahanan nasional yang adaptif, profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan keamanan masa depan,” pungkasnya.

