Jakarta – Mahasiswa kini tidak cukup hanya menguasai teori dan keterampilan teknis. Persaingan industri menuntut mereka memahami bagaimana sebuah produk dirancang, dikembangkan, hingga dipromosikan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
Kebutuhan tersebut mendorong penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri agar mahasiswa memiliki pengalaman praktis serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Salah satu upaya itu dilakukan melalui kerja sama Kementerian Perdagangan dan MNC University. Mahasiswa MNC University akan mendapat kesempatan terlibat langsung dalam pengembangan desain produk yang berorientasi pasar ekspor melalui program magang di Indonesia Design Development Center atau IDDC.
Melalui program tersebut, mahasiswa akan terlibat dalam proses pengembangan desain produk, mulai dari riset hingga penyusunan strategi promosi ke pasar internasional.
Kesempatan itu merupakan bagian dari kerja sama Kementerian Perdagangan dan MNC University untuk menyiapkan talenta muda yang tidak hanya menguasai teori desain, tetapi juga memahami kebutuhan industri dan pasar global.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag dan MNC University di Jakarta, Jumat (21/8).
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria mengatakan pengalaman praktis menjadi salah satu bentuk penting dari implementasi kerja sama tersebut.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman dan kompetensi yang relevan untuk menghadapi tantangan nyata di industri desain yang berorientasi ekspor,” kata Ari.
Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di bidang pengembangan ekspor nasional. Ruang lingkupnya meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain magang, program yang dapat dikembangkan mencakup seminar, kuliah umum, kuliah tamu, lokakarya, hingga promosi bersama.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memahami kebutuhan industri dan pasar ekspor.
Menurut dia, penguatan kompetensi desain perlu dilakukan sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu strategi Kemendag untuk menyiapkan talenta muda yang memahami desain dan kebutuhan pasar ekspor sejak dini,” ujar Puntodewi.
Melalui kerja sama tridharma tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman langsung, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan desain produk dan usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia.
Puntodewi menilai peningkatan kompetensi desain penting untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Ari berharap kerja sama Kemendag dan MNC University dapat memperkuat hubungan antara pemerintah, dunia akademik, dan industri.
Sinergi tersebut juga diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami kebutuhan desain serta dinamika pasar global.
Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional MNC University Fenny Yutika Seli mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah untuk memperluas sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri.
“Kami berharap kerja sama ini dapat diimplementasikan melalui berbagai program yang memberikan pengalaman dan meningkatkan kompetensi mahasiswa maupun sivitas akademika, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Fenny.
Bagi mahasiswa, kolaborasi ini membuka ruang pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Sementara bagi pemerintah, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat ekosistem desain sebagai salah satu unsur pendukung pengembangan produk Indonesia untuk pasar ekspor.

