Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    • Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    • Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Panen Hujatan! Unggahan Medsos Istana Dianggap Tone Deaf Saat Rakyat Berduka, Apa Sebenarnya Istilah Itu?
    Nasional

    Panen Hujatan! Unggahan Medsos Istana Dianggap Tone Deaf Saat Rakyat Berduka, Apa Sebenarnya Istilah Itu?

    AyuBy AyuAgustus 22, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – Akun media sosial resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia@sekretariat.kabinet mendadak diserbu netizen. Penyebabnya adalah unggahan video bernada pencitraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 RI yang dinilai tidak sensitif alias tone deaf terhadap kondisi sosial masyarakat.

    Video berdurasi di bawah satu menit yang diunggah Kamis (20/8/2026) tersebut menampilkan potongan aksi unjuk rasa. Dalam cuplikan itu, terdengar teriakan “Prabowo Bedebah” dari para demonstran yang memprotes kebijakan pemerintah. Sayangnya, bagian tersebut dipotong tanpa menampilkan konteks utuh kritik yang disampaikan warga.

    Sebagai tandingannya, pihak pengelola akun menyematkan narasi kontras pada caption:

    “Ironi Demo ‘Prabowo Bedebah’, 500 ribu warga menyapa pak Presiden.”

    Kontroversi Narasi dan Reaksi Pedas Netizen

    Video tersebut langsung viral hingga memancing lebih dari 47.700 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 6.717 kali. Dalam narasinya, Istana mengklaim ada lebih dari 150 ribu warga hadir di Istana Merdeka sejak pukul 02.00 WIB memakai baju adat, serta lebih dari 500 ribu orang memadati kawasan Monas hingga Bundaran HI pada malam harinya.

    Istana menekankan pesan persatuan bahwa bendera Merah Putih adalah pemersatu bangsa. Namun, warganet justru menilai gaya komunikasi tersebut sangat tidak empatik. Di tengah situasi dalam negeri yang diselimuti duka akibat berbagai bencana alam, konten tersebut dinilai memicu adu domba di akar rumput.

    Beberapa komentar pedas netizen yang membanjiri kolom komentar antara lain:

    • @juanrobin_: “Tone deaf banget.”
    • @dr.lucky.sp.a: “Ramainya konser bukan tolak ukur kepercayaan. Orang bisa menikmati hiburan sekaligus kecewa pada kebijakan. Membandingkan hiburan dengan protes justru terkesan tone deaf!”
    • @inside.ima: “Komunikasi publiknya jelek banget. Problem negara masih banyak yang lebih prioritas, ini kok malah ngurusin hal receh dan merasa paling spesial?”
    • @maharranilife: “Respon yang sangat disayangkan dari pemerintah, mengadu domba rakyatnya sendiri. Kalau negeri baik-baik saja, buat apa orang capek-capek demo?”

    Memahami Istilah Tone Deaf: Bukan Soal Musik!

    Secara harfiah dalam dunia musik, tone deaf berarti buta nada. Namun, dalam konteks dinamika sosial dan kultur media sosial modern, istilah tone deaf merujuk pada perilaku seseorang atau lembaga yang tidak peka, minim empati, serta tutup mata terhadap situasi sulit yang sedang dialami orang lain.

    Fenomena ini makin sering dipakai publik sejak maraknya budaya flexing (pamer kekayaan) atau aksi pencitraan yang diluncurkan di waktu yang sangat tidak tepat.

    Akar Perilaku Tone Deaf: Dari Mana Asalnya?

    Berdasarkan analisis lembaga psikologi The Center for Hope WNY, perilaku tone deaf erat kaitannya dengan karakter narsisistik (narcissism).

    Berikut karakteristik utama mengapa seseorang atau lembaga bisa bersikap tone deaf:

    Bentuk Manipulasi Emosional: Sering kali bermanifestasi dalam tindakan mengalihkan kesalahan, memutarbalikkan fakta, hingga terkesan acuh pada penderitaan sosial.

    Fokus Terlalu Egois: Hanya memandang sesuatu dari sudut pandang pribadi atau kelompoknya tanpa peduli realita luar.

    Minim Efek Refleksi Diri: Ketidakmampuan melakukan introspeksi sehingga tidak sadar narasi yang dilempar justru menyakiti perasaan publik.

    arti tone deaf di media sosial demo prabowo bedebah viral fenomena tone deaf pejabat publik kontroversi video instagram sekretariat kabinet respon netizen ke presiden prabowo sekretariat kabinet tone deaf
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleJangan Nekat Nonton ‘Avengers: Doomsday’ Tanpa Paham 15 Film Ini, Dijamin Bingung Parah
    Next Article BRIN Ciptakan Rumah Tahan Gempa Garansi Roboh, Rahasianya Mirip Mainan Lego
    Ayu

    Related Posts

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang Akibat ASAP Karhutla, Tim Relawan Turun Tangan

    Agustus 31, 2026

    Mitigasi Karhutla, Kementerian Kehutanan Tutup Sementara 9 Taman Nasional

    Agustus 31, 2026

    Drama Kasus Ruben Onsu Selesai, Kerugian 3,5 Miliar Lunas Tanpa Masuk Bui

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) membuka seleksi Beasiswa Zakat 2026 dengan skema pembiayaan penuh hingga…

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    Belajar dari NU dan Muhammadiyah: Demokrasi Bukan Sekadar Memilih Pemenang

    By MartinAgustus 31, 2026

    Demokrasi kerap dipahami sederhana: siapa memperoleh suara terbanyak, dialah yang menang. Padahal,…

    Merica, Cabai, Kratom dari Kalimantan Tembus Pasar Ekspor Global Hingga India & AS

    By Bayu PratamaAgustus 31, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Produk lokal Kalimantan berpeluang memperluas pasar hingga Eropa, Amerika,…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?