Jakarta, Rasional.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang kerja sama pendidikan dengan New York University (NYU), Amerika Serikat, termasuk rencana program beasiswa bagi anak-anak Jakarta pada 2027.
Peluang tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang lebih luas antara Jakarta dan NYU di bidang pendidikan dan industri olahraga. Pemprov DKI menilai kerja sama internasional diperlukan untuk memperkuat sumber daya manusia sekaligus membangun industri olahraga yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan NYU di New York, beberapa waktu lalu. Kerja sama tersebut mencakup pendidikan dan pelatihan olahraga, pertukaran tenaga ahli, penyelenggaraan ajang olahraga internasional, serta diplomasi olahraga.
“Kami ingin semakin banyak membuka kesempatan bagi anak-anak Jakarta untuk belajar di universitas terbaik dunia. Karena itu, kami berharap kerja sama dengan NYU dapat berkembang tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga membuka peluang pendidikan bagi anak-anak Jakarta,” ujar Pramono dalam siaran pers bertanggal Jumat, 25 September 2026.
Rencana tersebut sejalan dengan program beasiswa yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk 2027. Dalam kerja sama ini, NYU diharapkan dapat menjadi salah satu universitas tujuan bagi penerima manfaat.
Selain pendidikan, Pemprov DKI ingin kerja sama tersebut memperkuat ekosistem industri olahraga Jakarta. Pramono mengatakan Jakarta tidak ingin hanya menjadi tempat penyelenggaraan berbagai ajang olahraga internasional.
“Jakarta tidak hanya ingin menjadi tuan rumah ajang olahraga besar. Kami ingin membangun industri olahraga yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Menurut Pramono, pengembangan industri olahraga membutuhkan pengelolaan fasilitas yang semakin baik, sumber daya manusia yang kompeten, kemitraan internasional yang lebih luas, serta nilai ekonomi yang lebih besar bagi kota dan masyarakat.
Jakarta sebelumnya telah menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional, termasuk Asian Games, FIFA U-17 World Cup, FIBA Basketball World Cup, Formula E, dan Jakarta International Marathon.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Jakarta International Marathon diikuti lebih dari 45.000 pelari dari 52 negara. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal Jakarta dalam upaya menuju Top 50 Global Cities pada 2030.
Pramono juga mengundang mahasiswa program Global Sport NYU untuk datang ke Jakarta. Mereka diharapkan dapat melihat langsung pengelolaan fasilitas olahraga, penyelenggaraan ajang internasional, pengembangan klub dan industri olahraga, serta keterlibatan dunia usaha.
Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan memperluas kolaborasi Jakarta dan NYU sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia serta industri olahraga di Jakarta.

