JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di empat provinsi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Proyek Strategis Nasional senilai Rp9,79 triliun itu ditargetkan menambah produksi beras hingga satu juta ton.
Kelima bendungan tersebut meliputi Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Keureuto dan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali. Pemerintah memanfaatkan infrastruktur itu untuk memperkuat irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Lima bendungan ini nanti dengan teknologi, benih terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras. Lima bendungan ini Rp9,78 triliun,” kata Prabowo dalam pidato yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat(10/7/26).
Prabowo mengatakan pembangunan bendungan menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional. Dia menilai dukungan teknologi dan benih unggul akan mengoptimalkan manfaat infrastruktur tersebut.
Khusus Bendungan Meninting di Lombok, pemerintah membangun fasilitas itu untuk mengatasi ketimpangan distribusi air. Bendungan tersebut juga dirancang memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengantisipasi dampak El Niño.
Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 46 hektare. Infrastruktur itu diproyeksikan mengairi lahan pertanian seluas 1.559 hektare.
Selain memasok air irigasi, Bendungan Meninting terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga air dan surya terapung berkapasitas 10 megawatt. Peningkatan indeks pertanaman di wilayah tersebut diperkirakan bernilai ekonomi hingga Rp4,6 triliun per tahun.
Dalam peresmian itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat atas dukungan yang terus diberikan kepadanya. Dia mengaku masih memiliki tanggung jawab untuk membalas kepercayaan masyarakat melalui pembangunan.
“Saya merasa sangat bangga, saya merasa dihormati untuk diundang hari ini bertemu langsung dengan masyarakat NTB, yang kebetulan dari dulu selalu mendukung saya. Walaupun berkali-kali kalah, tapi NTB terus setia kepada saya. Rasanya saya masih utang banyak sama rakyat NTB itu,” ujar Prabowo.

