JAKARTA – Akademisi dan pakar militer serta pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menilai korupsi merupakan gejala dari kegagalan sistem birokrasi, bukan semata pelanggaran hukum. Pandangan itu dia sampaikan dalam peluncuran buku Pencegahan Korupsi dari Perspektif Birokrat karya Agus Setiadji di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat.
Connie, yang juga menjabat sebagai Ambassador of Science and Education of Russia, mengatakan pendekatan pemberantasan korupsi selama ini lebih banyak berfokus pada pelaku, hukuman, dan kerugian negara. Menurut dia, akar persoalan justru berada pada sistem birokrasi yang melahirkan berbagai dilema bagi aparatur negara.
“Korupsi itu bukan masalah. Sebenarnya korupsi itu gejala,” kata Connie Rahakundini Bakrie, Senin (13/7/26).
Dia menilai buku karya Agus Setiadji menawarkan perspektif berbeda karena membahas ruang birokrasi sebagai tempat lahirnya praktik korupsi. Menurutnya, banyak birokrat tidak memulai karier dengan niat melakukan korupsi, tetapi terjebak dalam sistem yang penuh tekanan, konflik kepentingan, dan tata kelola yang lemah.
“Negara yang kuat bukan negara yang memiliki undang-undang yang banyak, tapi memiliki birokrasi yang bisa menerjemahkan semua kebijakan menjadi pelayanan publik yang konsisten dan berintegritas,” ujarnya.
Connie menilai integritas harus berjalan seiring dengan kompetensi aparatur. Dia mengatakan kepemimpinan, kualitas sumber daya manusia, penyederhanaan birokrasi, serta penempatan pejabat berdasarkan kompetensi dan rekam jejak menjadi faktor penting untuk mencegah korupsi.
Dia juga menegaskan reformasi birokrasi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, semakin panjang rantai birokrasi, semakin besar peluang terjadinya penyimpangan karena bertambahnya titik pengambilan keputusan dan lemahnya akuntabilitas.
Menurut dia, agenda strategis nasional hanya dapat berjalan efektif apabila didukung tata kelola pemerintahan yang konsisten, profesional, dan berintegritas.
“Negara bisa mencetak mata uang sendiri, tapi negara tidak bisa mencetak kepercayaan,” katanya.
Connie berharap buku tersebut dapat memperkaya literatur administrasi publik sekaligus mendorong lahirnya birokrasi yang lebih kompeten, sederhana, transparan, konsisten, dan berintegritas sebagai fondasi utama pencegahan korupsi.

