Belitung – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kesiapan Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp) menjelang proses revalidasi UNESCO yang akan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. Seluruh pemangku kepentingan didorong mempercepat tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan UNESCO agar Belitong dapat kembali meraih predikat Green Card.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Hotel Sheraton Belitung, Minggu (5/7), Menpar Widiyanti menjelaskan bahwa Belitong telah menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark sejak April 2021. Namun, pada proses revalidasi pertama yang berlangsung pada Juli 2024, kawasan tersebut memperoleh Yellow Card setelah tim asesor UNESCO memberikan lima rekomendasi dan empat saran perbaikan.
“Oleh karena itu, saya berharap pertemuan hari ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan tindak lanjut atas seluruh rekomendasi UNESCO, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih memerlukan dukungan dan percepatan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujar Widiyanti.
Menurut Menpar, sejumlah aspek masih perlu diperkuat, mulai dari kelembagaan badan pengelola geopark, dukungan anggaran, penyelesaian regulasi, peningkatan kesiapan masyarakat di sekitar geosite, hingga penguatan interpretasi dan storytelling yang mampu menjelaskan nilai geologi, budaya, serta kehidupan masyarakat Belitung kepada wisatawan.
- Baca juga: https://rasional.co/nama-jawa-barat-berpotensi-berganti-dprd-setujui-usulan-menjadi-provinsi-sunda/
Kementerian Pariwisata, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan hingga seluruh tahapan revalidasi selesai. Dukungan tersebut meliputi pemasangan rambu pada geosite prioritas, penyelenggaraan seminar internasional, penyediaan papan informasi dwibahasa berbahan tahan cuaca, pembaruan situs web resmi geopark, integrasi informasi peringatan dini cuaca dari BMKG, hingga keberlanjutan program edukasi Geopark Goes to School.
Menpar juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal. Berdasarkan pengalaman revalidasi sebelumnya, tim asesor UNESCO tidak hanya menilai aspek fisik kawasan, tetapi juga berdialog langsung dengan warga sekitar untuk melihat sejauh mana pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan geopark.

