Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Deg-degan! Begini Kesan Andini & Kiki Sambut Prabowo di Vladivostok Rusia

    September 2, 2026

    Tok! RAPBN 2027: Ekonomi Ditarget Tumbuh 6%, Rupiah Rp17.500/USD

    September 2, 2026

    80,6% Warga RI Sudah Online, Wamen Nezar Patria: Jadilah Pemain, Bukan Sekadar Pasar Digital

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Deg-degan! Begini Kesan Andini & Kiki Sambut Prabowo di Vladivostok Rusia
    • Tok! RAPBN 2027: Ekonomi Ditarget Tumbuh 6%, Rupiah Rp17.500/USD
    • 80,6% Warga RI Sudah Online, Wamen Nezar Patria: Jadilah Pemain, Bukan Sekadar Pasar Digital
    • Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Kamis, September 3
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Utang Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun, OJK Akui Daya Bayar Debitur Melemah
    Ekonomi

    Utang Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun, OJK Akui Daya Bayar Debitur Melemah

    MartinBy MartinJuli 7, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Utang pinjol
    Ilustrasi (Foto: Unpad)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat utang pinjol masyarakat mencapai Rp103,73 triliun pada Mei 2026. Di tengah pertumbuhan pembiayaan tersebut, OJK mengakui kemampuan membayar sebagian debitur mulai melemah sehingga kualitas pembiayaan ikut tertekan.

    Outstanding pembiayaan pinjaman daring tumbuh 25,60 persen secara tahunan menjadi Rp103,73 triliun. Nilai tersebut meningkat Rp1,66 triliun dibandingkan April 2026 yang sebesar Rp102,07 triliun.

    “Hal ini dipengaruhi antara lain memang karena ada penurunan kemampuan membayar dari sebagian debitur,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam konferensi pers secara daring, Selasa(7/7/26).

    • Baca juga: Kementerian Pariwisata Dorong Integrasi Pokdarwis dan Koperasi Perkuat Ekonomi Desa Wisata Belitung

    Pelemahan kemampuan bayar terjadi ketika sejumlah indikator ekonomi mulai mengalami moderasi. OJK mencatat tekanan inflasi meningkat, aktivitas manufaktur melemah, surplus neraca perdagangan menyusut, serta cadangan devisa menurun.

    Kondisi tersebut tercermin pada kualitas pembiayaan industri perusahaan pembiayaan. Rasio non-performing financing (NPF) gross meningkat menjadi 3,44 persen pada Mei 2026 dari 2,99 persen pada April, sedangkan tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) industri pinjaman daring membaik menjadi 4,42 persen dari 4,62 persen.

    “Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Mei 2026 tumbuh 25,60% year on year dengan nominal sebesar Rp103,73 triliun,” ujarnya.

    Untuk menjaga kualitas pembiayaan, OJK terus mendorong perusahaan pembiayaan memperkuat credit scoring, meningkatkan pemantauan kualitas pembiayaan, serta mengoptimalkan upaya penagihan. Langkah tersebut dilakukan agar rasio pembiayaan bermasalah tetap terkendali.

    • Baca juga: Revisi UU P2SK Disahkan, Pemerintah Perkuat Fondasi Sektor Keuangan Nasional

    Sejalan dengan itu, OJK telah menerbitkan Peraturan Anggota Dewan Komisioner (PADK) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Buy Now Pay Later (BNPL). Aturan tersebut mewajibkan calon debitur berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah serta memiliki penghasilan bruto paling sedikit Rp3 juta per bulan, yang mulai berlaku paling lambat 1 Juli 2026.

    Agusman berharap aturan baru tersebut dapat memperkuat kualitas pembiayaan sekaligus menjaga risiko kredit bermasalah tetap terkendali. Dia menegaskan penerapan prinsip kehati-hatian dan credit scoring yang memadai menjadi landasan penyaluran BNPL di perusahaan pembiayaan.

    Agusman BNPL multifinance OJK pembiayaan pinjaman online utang pinjol
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePenangkapan Roy Suryo Dinyatakan Tak Sah, Hakim Kabulkan Praperadilan Sebagian
    Next Article Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Targetkan Khitanan Massal 5.000 Anak
    Martin
    • Website

    Related Posts

    Tok! RAPBN 2027: Ekonomi Ditarget Tumbuh 6%, Rupiah Rp17.500/USD

    September 2, 2026

    80,6% Warga RI Sudah Online, Wamen Nezar Patria: Jadilah Pemain, Bukan Sekadar Pasar Digital

    September 2, 2026

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Deg-degan! Begini Kesan Andini & Kiki Sambut Prabowo di Vladivostok Rusia

    By Bayu PratamaSeptember 2, 2026

    Vladivostok, Rasional.co – Sejumlah mahasiswa Indonesia membawa bendera Merah Putih dan menyambut hangat kedatangan Presiden…

    Tok! RAPBN 2027: Ekonomi Ditarget Tumbuh 6%, Rupiah Rp17.500/USD

    September 2, 2026

    80,6% Warga RI Sudah Online, Wamen Nezar Patria: Jadilah Pemain, Bukan Sekadar Pasar Digital

    September 2, 2026
    Top Trending

    Deg-degan! Begini Kesan Andini & Kiki Sambut Prabowo di Vladivostok Rusia

    By Bayu PratamaSeptember 2, 2026

    Vladivostok, Rasional.co – Sejumlah mahasiswa Indonesia membawa bendera Merah Putih dan menyambut…

    Tok! RAPBN 2027: Ekonomi Ditarget Tumbuh 6%, Rupiah Rp17.500/USD

    By Bayu PratamaSeptember 2, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai 6 persen pada 2027,…

    80,6% Warga RI Sudah Online, Wamen Nezar Patria: Jadilah Pemain, Bukan Sekadar Pasar Digital

    By Bayu PratamaSeptember 2, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 80,6 persen penduduk Indonesia telah terhubung ke internet.…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?