Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf

    September 18, 2026

    Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan

    September 18, 2026

    Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf
    • Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan
    • Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC
    • Bantai Nepal Tanpa Ampun, Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket Perempat Final Asian Games 2026
    • Sempat Bernama Gajah Mada, TNI AL Ubah Nama Kapal Induk Jadi KRI Sriwijaya
    • Belum Menang 3 Laga, Ruben Amorim Akui Pemain Baru AC Milan tak Cocok dengan Sistemnya
    • Live Streaming Juventus vs NEC Nijmegen: Misi Bianconeri Bangkit di Liga Europa 2026/27
    • Dua Versi Dakwaan Jadi Pembuka Sidang Perdana Roy Suryo
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Jumat, September 18
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Ekonomi»Rotan Kejar Pasar Ekspor, Batik Surakarta Bidik Generasi Muda
    Ekonomi

    Rotan Kejar Pasar Ekspor, Batik Surakarta Bidik Generasi Muda

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaSeptember 5, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    Jakarta, Rasional.co – Pelaku usaha rotan dan batik di Surakarta menempuh strategi berbeda untuk memperluas pasar. Reka Design memperkuat ekspor furnitur rotan sekaligus mengembangkan desain, sedangkan Toko Sudagaran menyiapkan jenama baru dengan warna cerah dan model kasual untuk menarik konsumen muda.

    Strategi tersebut menunjukkan bahwa produk berbasis kerajinan lokal tidak hanya bergantung pada kekuatan tradisi. Adaptasi desain, pemilihan segmen konsumen, dan kemampuan membaca pasar menjadi bagian penting untuk menjaga daya saing.

    Reka Design yang berlokasi di Desa Trangsan, Sukoharjo, telah menembus pasar Eropa dan Amerika melalui produk furnitur berbahan rotan. Pemilik Reka Design, Suryanto, kini melihat ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai peluang untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan popularitas produk rotan Indonesia di kalangan buyer internasional.

    Suryanto juga tertarik memanfaatkan pendampingan pengembangan desain melalui Indonesia Design Development Center (IDDC). Fasilitasi tersebut dinilai dapat membantu Reka Design terus mengembangkan desain produknya agar semakin kompetitif di pasar global.

    Reka Design merupakan salah satu pelaku industri di Desa Trangsan yang dikenal sebagai Desa Devisa Rotan. Pengembangan pasar ekspor tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga melibatkan ratusan perajin yang tersebar di desa tersebut serta menyerap bahan baku rotan.

    Ekspansi pasar juga perlu diikuti keberlanjutan keahlian perajin dan rantai pasok bahan baku. Ketersediaan rotan antardaerah menjadi salah satu faktor yang menentukan kemampuan industri mempertahankan produksi dan memenuhi permintaan pasar mancanegara.

    • Baca juga: 80,6% Warga RI Sudah Online, Wamen Nezar Patria: Jadilah Pemain, Bukan Sekadar Pasar Digital

    Di sektor batik, strategi berbeda diterapkan Toko Sudagaran Laweyan. Usaha yang selama ini menjual batik tulis premium dengan corak khas Surakarta tersebut tengah menyiapkan jenama baru bernama Kultur Jawa untuk menyasar generasi muda.

    Pemilik Toko Sudagaran Laweyan, Hapsari Chandra Dewi, mengatakan Kultur Jawa akan menawarkan pendekatan yang lebih dekat dengan selera konsumen muda, terutama melalui pilihan warna yang lebih cerah dan model pakaian yang kasual.

    “Kami membuat jenama kedua, yaitu Kultur Jawa yang menargetkan pembeli muda dengan selera warna-warna lebih cerah dan dengan model pakaian yang lebih kasual,” ucap Hapsari.

    Menurut Hapsari, strategi tersebut menjadi cara untuk membuat batik tetap relevan dan diterima oleh konsumen dari berbagai kelompok usia. Dengan pendekatan desain dan jenama yang berbeda, batik diharapkan tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus memiliki pasar.

    Strategi ekspansi pasar kedua usaha tersebut akan dibawa dalam rangkaian TEI 2026. Reka Design akan berpartisipasi bersama HIPMI Surakarta, sementara sejumlah UMKM batik dari Surakarta juga dipersiapkan mengikuti pameran dagang tersebut.

    Produk batik dari kawasan Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman sebelumnya telah menjangkau buyer dari Asia Tenggara, Jepang, hingga Eropa. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi batik Surakarta sebagai produk berbasis budaya yang memiliki nilai ekonomi.

    Surakarta menyiapkan delapan UMKM untuk berpartisipasi dalam TEI 2026. Produk yang ditampilkan didominasi batik, dengan fokus pada pengembangan dan pelestarian batik tulis.

    Dua pendekatan tersebut memperlihatkan cara berbeda UMKM mempertahankan daya saing produk lokal. Rotan mengandalkan perluasan pasar ekspor dan penguatan desain, sementara batik mengembangkan segmen konsumen baru melalui pembaruan jenama, warna, dan model tanpa meninggalkan identitas budaya.

    Paparan strategi pelaku usaha itu mengemuka saat Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau langsung Reka Design di Desa Trangsan serta sentra batik di Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman, Surakarta, Jumat (4/9/2026), untuk melihat kesiapan UMKM menghadapi TEI 2026.

    Khusus produk rotan, Roro menyoroti efek pengganda industri terhadap masyarakat Desa Trangsan, termasuk keterlibatan ratusan perajin, penyerapan tenaga kerja, dan penggunaan bahan baku lokal. Sementara untuk batik, ia menilai pengalaman UMKM Surakarta membangun kemitraan dengan buyer dari Asia Tenggara, Jepang, hingga Eropa menunjukkan bahwa produk berbasis budaya dapat dikembangkan menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.

    Dukungan terhadap pengembangan pasar tersebut juga datang dari Pemerintah Kota Surakarta. Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan delapan UMKM dari Surakarta akan berpartisipasi dalam TEI 2026, dengan mayoritas produk yang dibawa berupa batik.

    Menurut Astrid, perluasan pasar tidak harus menghilangkan karakter produk lokal. Pemerintah daerah ingin produk yang dipromosikan tetap mempertahankan unsur handmade dan kultur asli Surakarta.

    Tampilan penuh:123
    Dyah Roro Esti Widya Putri Ekspor Kementerian Perdagangan perdagangan Rotan Solo Surakarta Wamendag
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleESDM Buka Suara Soal PLTP Gunung Ungaran: Dikembangkan Bertahap, Candi Gedong Songo Dijaga
    Next Article Jalan-jalan Naik Kereta, Jelajah Destinasi Wisata Makin Terhubung
    Bayu Pratama

    Berita Terkait

    Beberapa Jam Sebelum Dicopot, Purbaya Sempat Tahan Pemda Terbitkan Obligasi

    September 15, 2026

    Baru Dilantik, Suahasil Hadapi Dua Pekerjaan APBN Sekaligus

    September 15, 2026

    Antrean BBM di Makassar, Pertamina Terapkan Ganjil-Genap

    September 14, 2026

    MTQ Nasional di Jateng Diproyeksi Gerakkan Ekonomi Rp1,2 Triliun

    September 14, 2026

    Tak Hanya Nikel, Morowali Mulai Jadi Magnet Industri Pangan

    September 14, 2026

    Masih Nekat Pakai Modus Ini, Penumpang Pesawat Tujuan Hong Kong Selundupkan Emas Rp26 Miliar

    September 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf

    AyuSeptember 18, 2026

    JAKARTA – Kompetisi HYROX Beijing China Sabtu 12 September 2026 mendadak gempar akibat insiden fisik ekstrem…

    Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan

    September 18, 2026

    Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC

    September 18, 2026
    Top Trending

    Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf

    AyuSeptember 18, 2026

    JAKARTA – Kompetisi HYROX Beijing China Sabtu 12 September 2026 mendadak gempar akibat…

    Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan

    AyuSeptember 18, 2026

    JAKARTA – Pemusatan latihan skuad Garuda Muda berlanjut ke Negeri Tirai Bambu…

    Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC

    AyuSeptember 18, 2026

    JAKARTA – Pekan ketiga kompetisi BRI Super League bergulir menyajikan pertempuran sengit…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?