Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Prediksi Industri Otomotif 2026: Siap-Siap Harga EV ‘Meledak’, Ekonomi Makro Wajib Tembus 5,4 Persen
    Nasional

    Prediksi Industri Otomotif 2026: Siap-Siap Harga EV ‘Meledak’, Ekonomi Makro Wajib Tembus 5,4 Persen

    AyuBy AyuJanuari 10, 2026Tidak ada komentar1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta – Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, memprediksi iklim industri otomotif tahun 2026 masih akan menghadapi tantangan berat yang serupa dengan tahun sebelumnya.

    Melemahnya daya beli masyarakat akibat inflasi di angka 3 hingga 4 persen serta penyusutan kelas menengah menjadi akar masalah utama.

    Yannes menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah yang masih belum pasti membuat calon pembeli ragu untuk melakukan transaksi di dealer.

    Salah satu faktor krusial adalah fenomena fiscal cliff atau berakhirnya insentif impor Completely Built Up (CBU) per 1 Januari 2026. Kebijakan ini berpotensi mengerek harga kendaraan listrik (EV) hingga lebih dari 40 persen, yang memicu sikap wait and see dari konsumen.

    “Peluang kebangkitan tetap ada jika kondisi keuangan dan sentimen konsumen membaik di akhir semester pertama tahun ini,” ujar Yannes kepada ANTARA, Jumat (9/1).

    Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi makro harus mencapai 5,4 persen pada semester pertama 2026 sebagai syarat mutlak pemulihan.

    Selain itu, sektor pembiayaan (leasing) perlu memberikan kelonggaran kredit dengan suku bunga yang stabil agar minat beli masyarakat kembali bergairah.

    Sebagai informasi, data Gaikindo menunjukkan penjualan retail sepanjang 2025 mencapai 833.692 unit. Target besar kini menanti industri otomotif roda empat untuk melampaui capaian tahun lalu di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi.

    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleX Batasi Fitur Edit Gambar Grok AI Usai Skandal Deepfake Seksual
    Next Article Dul Jaelani Rilis ‘Sebenarnya Selamanya’, Lagu Galau Berenergi Rock Tentang Komitmen Batin
    Ayu

    Related Posts

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    September 2, 2026

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang Akibat ASAP Karhutla, Tim Relawan Turun Tangan

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    By Bayu PratamaSeptember 2, 2026

    Rasional.co – Pagi, sore, hingga malam, Amat Surman kini memiliki kesibukan baru di rumahnya di…

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?