JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal masyarakat desa yang dinilai tidak menggunakan dolar Amerika Serikat memicu perhatian publik. Ucapan tersebut muncul di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Kepala Dewan Ekonomi Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa, kemudian memberikan penjelasan terkait maksud pernyataan Presiden tersebut. Dia menilai pembicaraan saat itu tidak berkaitan dengan ekonomi internasional secara teknis.
Menurut Purbaya, Prabowo soal dolar disampaikan dalam suasana pembahasan ekonomi desa dan aktivitas masyarakat bawah yang masih bergantung pada transaksi domestik.
“Bukan konteks di internasional kan. Ini ngomongnya di koperasi desa begitu,” kata Purbaya dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa(19/5/26).
Dia juga meminta publik tidak menafsirkan bahwa Presiden tidak memahami persoalan nilai tukar rupiah maupun kondisi ekonomi global.
“Jadi jangan anggap Pak Presiden gak ngerti, Pak Presiden mengerti betul tentang rupiah,” ujarnya.
Prabowo soal Dolar Dijelaskan Purbaya
Purbaya mengatakan ucapan Presiden bertujuan memberi semangat kepada masyarakat desa di tengah tekanan ekonomi global. Menurut dia, aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan masih banyak ditopang kebutuhan lokal.
Dia menilai masyarakat desa tidak berhubungan langsung dengan penggunaan dolar AS dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, pernyataan Presiden harus dipahami sesuai ruang pembicaraannya.
“Itu konsumsi orang desa pada waktu kemarin,” kata Purbaya.
Dia juga menyebut pernyataan tersebut disampaikan untuk menghibur masyarakat dalam forum ekonomi desa yang berlangsung santai.
“Untuk menghibur rakyat saja, waktu itu di sana. Saya sih lihat konteksnya pedesaan waktu kemarin itu. Gak apa-apa ngomong begitu,” ujarnya.
Rupiah Melemah dan Jadi Sorotan Publik
Meski demikian, pelemahan rupiah tetap menjadi perhatian publik karena berdampak terhadap berbagai sektor ekonomi nasional. Nilai tukar dolar AS memengaruhi harga impor, bahan baku industri, hingga biaya produksi.
Tekanan terhadap rupiah juga terjadi di tengah ketidakpastian global dan penguatan dolar AS di pasar internasional. Kondisi tersebut turut memengaruhi mata uang negara berkembang lainnya.
Pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat menghadapi tekanan global. Namun, pernyataan Prabowo soal dolar memunculkan beragam respons publik terkait cara pemerintah menjelaskan kondisi ekonomi nasional kepada masyarakat.
Diskusi mengenai nilai tukar rupiah dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat diperkirakan masih terus menjadi perhatian dalam beberapa waktu ke depan.

