Kemarau Masih Berlangsung di 61% Daratan
Dampak kondisi iklim tersebut sudah terlihat dari panjangnya periode kemarau di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab mengatakan sebanyak 556 ZOM yang mencakup 61,91% luas daratan Indonesia masih mengalami musim kemarau.
Hasil monitoring juga menunjukkan banyak titik pengamatan mencatat hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari yang tersebar di 25 provinsi. HTH terpanjang saat ini tercatat di Bantul selama 131 hari atau lebih dari empat bulan.
“Bahkan El Niño 2026 menyebabkan terjadinya periode kemarau pada beberapa ZOM dengan tipe hujan sepanjang tahun,” ujar Fachri.
BMKG memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 berlangsung dalam periode Desember 2026 hingga Februari 2027.
Sebanyak 155 ZOM atau 36,94% luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026. Kemudian 162 ZOM atau 25,68% pada Januari 2027 dan 190 ZOM atau 16,79% pada Februari 2027.
Dari sisi durasi, sebanyak 482 ZOM yang mencakup 51,90% luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan lebih pendek dari normal.
Sebanyak 60 ZOM atau 8,58% diprediksi mengalami musim hujan lebih panjang, sedangkan 40 ZOM atau 5,06% memiliki durasi yang sama dengan kondisi normal.

