Jakarta, Rasional.co – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini mendapat akses yang lebih luas untuk menjajal pasar ekspor melalui platform digital InaExport. Layanan baru di platform Kementerian Perdagangan ini membantu pelaku usaha mulai dari mengukur kesiapan ekspor, mencari informasi pasar, hingga terhubung dengan buyer internasional.
Penguatan tersebut dilakukan melalui transformasi InaExport menjadi gerbang ekspor nasional atau national export gateway. Platform ini diperkuat dengan lima layanan utama yang mengintegrasikan kebutuhan eksportir dan buyer dalam satu ekosistem.
Layanan pertama adalah CEK Ekspor yang memungkinkan eksportir melakukan asesmen mandiri dan validasi untuk mengetahui tingkat kesiapan ekspor. Hasil asesmen juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembinaan, pembiayaan, promosi, maupun fasilitasi pasar.
Bagi UMKM yang masih mencari informasi mengenai negara tujuan, InaExport menyediakan Export Sandbox dan Chatbot. Layanan ini memuat informasi tarif, persyaratan, sertifikasi, regulasi, akses pasar, hingga kalkulator ekspor untuk berbagai negara tujuan.
InaExport juga menyediakan layanan inquiry yang menghubungkan permintaan buyer dengan eksportir yang memiliki komitmen. Tindak lanjut permintaan tersebut dapat dipantau melalui platform.
Selain itu, Dashboard Peluang Ekspor menyediakan informasi intelijen pasar dan tarif preferensi di negara tujuan ekspor. Informasi pasar juga dilengkapi fasilitasi pameran, penjajakan bisnis atau business matching, misi dagang, pitching, dan layanan ekspor lainnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan penguatan InaExport diperlukan untuk membantu produk UMKM berkualitas menjangkau pasar yang lebih luas.
“Produk UMKM kita yang berkualitas perlu didukung dengan ekosistem yang ramah untuk merambah pasar yang lebih luas,” kata Budi saat soft launching InaExport di Jakarta, Selasa (22/9).
Pemanfaatan platform tersebut juga meningkat. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, sejak Januari 2026 hingga saat ini InaExport telah mencatat 866 ribu pengunjung, naik 497 persen dibandingkan 145 ribu pengunjung sepanjang 2025.
Jumlah anggota InaExport yang telah terverifikasi saat ini mencapai sekitar 15 ribu. Platform tersebut juga telah memfasilitasi tindak lanjut sekitar 160 permintaan informasi atau inquiry dari buyer internasional dan perwakilan perdagangan RI kepada eksportir Indonesia yang relevan.
Penguatan akses ekspor melalui InaExport terhubung dengan program Kemendag, termasuk UMKM BISA Ekspor, Desa BISA Ekspor, Campuspreneur, dan Kemitraan UMKM.
Melalui UMKM BISA Ekspor, Kemendag memfasilitasi pitching dan business matching antara pelaku UMKM dan calon mitra dagang internasional melalui 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara.
Program tersebut mencatat transaksi USD 134,87 juta sepanjang 2025. Pada Januari hingga Agustus 2026, transaksi yang tercatat telah mencapai USD 346,99 juta.
Pada soft launching InaExport, Kemendag juga mengukuhkan kerja sama dengan 19 mitra strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman. Kolaborasi tersebut melibatkan kementerian, lembaga, pelaku usaha, dan perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem ekspor.
Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menilai InaExport dapat membantu pelaku industri memanfaatkan peluang pasar internasional.
“Kegunaan INAExport sangat besar karena memberikan informasi mengenai potensi ekspor dengan negara lain,” ujar Budi.

