TERNATE — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda resmi dilantik sebagai Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara periode 2026–2031. Ia mendorong HKTI menjadi jembatan bagi petani untuk mengakses program pemerintah, teknologi pertanian, permodalan hingga pasar.
Pelantikan pengurus DPD HKTI Maluku Utara digelar di Bella Hotel, Ternate, Senin (21/9/2026). Sherly dilantik oleh Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono, yang juga Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Prosesi pelantikan diawali pembacaan Surat Keputusan DPN HKTI Nomor SK.063/DPN HKTI/IX/2026 oleh Wakil Ketua Umum OKK DPN HKTI, R.S. Sony Soeroyo. Dalam kepengurusan tersebut, Surahman dipercaya sebagai Sekretaris DPD HKTI Maluku Utara.
Pelantikan turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan instansi vertikal, serta para Bupati dan Wali Kota se-Maluku Utara yang mayoritas juga mengemban amanah sebagai Ketua DPC HKTI di daerah masing-masing.
Dalam sambutannya, Sherly menegaskan HKTI tidak dibentuk untuk menggantikan fungsi pemerintah. Sebaliknya, organisasi tersebut harus menjadi penghubung agar petani lebih mudah mendapatkan akses terhadap berbagai program pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten dan kota hingga provinsi dan pusat.
“Harapannya HKTI Maluku Utara bisa menjadi penghubung antara petani dengan program-program pemerintah kabupaten, kota, provinsi, dan pusat yang tersedia,” katanya.
Soroti Persoalan Petani
Persoalan pertanian di Maluku Utara tidak semata-mata berkaitan dengan kemauan petani untuk bekerja. Menurutnya, petani di daerah tersebut justru memiliki etos kerja tinggi, tetapi menghadapi berbagai kendala dari hulu hingga hilir.
“Petani Maluku Utara itu bukan kurang rajin. Petani itu sangat rajin. Mereka bangun lebih pagi dari kita, mereka bekerja di panas-panas,” ujar Sherly.

