JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan peran Kodam baru di Papua Tengah yang akan berfokus pada kegiatan teritorial setelah wilayah dinyatakan aman, sementara penanganan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tetap dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Habema. Kodam tersebut merupakan satu dari lima Kodam baru yang rencananya diresmikan pada puncak HUT ke-81 TNI, 5 Oktober 2026, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Maruli menyebut lima wilayah yang menjadi lokasi pembentukan Kodam baru, yakni Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT), Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Kepulauan Riau. Dia menyampaikan rincian tersebut saat ditemui di acara TNI Fair di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
“Kalau untuk OPM ini satgas yang mengurus. Setelah mereka memastikan sebuah daerah berhasil dikuasai dan aman, barulah kodam masuk ke situ untuk kegiatan teritorial,” kata Maruli kepada media.
Menurut Maruli, Kodam memiliki tugas utama di bidang teritorial, termasuk menjaga keamanan warga, melakukan pendataan, dan mengerjakan fasilitas umum yang rusak. Peran tersebut berbeda dengan penanganan langsung terhadap kelompok bersenjata yang berada dalam tugas Satgas Habema.
Dia menjelaskan, keberadaan Kodam juga berkaitan dengan kesiapan pertahanan dalam situasi darurat. Dalam kondisi tersebut, Kodam dapat memimpin pelaksanaan perlawanan rakyat semesta.
“Tetapi jika kondisi darurat, kodam ini lah nanti yang memimpin untuk melakukan perlawanan terhadap musuh. Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta,” ujar Maruli.
Rencana peresmian lima Kodam baru sebelumnya dibenarkan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas pada Sabtu (19/9/2026). Namun, Nas belum merinci nama resmi maupun seluruh struktur satuan baru yang akan diumumkan.
“Rencananya demikian,” kata Nas saat ditanya mengenai rencana peresmian lima Kodam baru pada puncak HUT ke-81 TNI.
Nas menyatakan rincian mengenai Kodam baru akan disampaikan lebih lanjut. Sementara itu, proses pembangunan satuan baru masih berlangsung berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pemberitaan sebelumnya.
Dengan penambahan lima Kodam, TNI Angkatan Darat diperkirakan akan memiliki 26 satuan Kodam di seluruh Indonesia. Rincian nomenklatur dan struktur organisasi masing-masing Kodam masih menunggu penyampaian resmi dari TNI.

