JAKARTA – Nama Presiden Prabowo Subianto ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul dalam market prediksi di platform Polymarket, Kamis (22/5/2026). Pengguna platform tersebut membahas kemungkinan Prabowo tidak menyelesaikan masa jabatannya sebelum 2027.
Polymarket merupakan platform prediksi berbasis kripto. Pengguna dapat membeli pilihan “yes” atau “no” terhadap sebuah peristiwa nyata. Jika prediksi mereka tepat, pengguna akan memperoleh keuntungan sesuai nilai taruhan.
Market Prediksi Prabowo Jadi Sorotan
Dalam market yang beredar, tersedia beberapa tenggat waktu, mulai 31 Mei hingga 31 Desember 2026. Prediksi akan dianggap “YES” apabila Prabowo berhenti menjabat sebagai Presiden Indonesia karena alasan tertentu.
Kriteria tersebut mencakup pengunduran diri, pencopotan, penahanan, hingga kondisi yang membuat kepala negara tidak dapat menjalankan tugasnya. Pengumuman resmi terkait status jabatan Presiden juga dapat menjadi dasar penyelesaian market di platform tersebut.
Fenomena itu kemudian memicu berbagai respons netizen. Sebagian warganet menjadikannya bahan candaan dan spekulasi di media sosial. Tidak sedikit pengguna internet yang ikut memantau pergerakan vote dalam market tersebut.
Polymarket dan Fenomena Prediksi Digital
Platform Polymarket dikenal sebagai ruang prediksi berbagai isu global. Topiknya mencakup politik, ekonomi, olahraga, hingga konflik internasional. Aktivitas dalam platform itu sepenuhnya bergantung pada prediksi pengguna terhadap sebuah peristiwa.
Meski ramai dibahas, market tersebut tidak menunjukkan adanya kepastian terkait posisi Presiden Prabowo. Perbincangan mengenai Polymarket terus meluas di media sosial seiring meningkatnya perhatian publik terhadap platform prediksi berbasis kripto.

