Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas

    Agustus 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    • Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda
    • Pecahkan Rekor Transfer, Liverpool Resmi Boyong Bradley Barcola dari PSG
    • Persik Kediri Dukung Penghapusan Regulasi Pemain U23 di Super League 2026/2027
    • Mees Hilgers Resmi Pindah ke SC Heerenveen, Siap Buka Lembaran Baru di Eredivisie
    • Darurat Sepak Bola Indonesia! 28 Klub Masih Berutang Rp14,8 Miliar ke Pemain, Siapa Saja?
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Maulid Nabi 1448 H, Syarikat Islam Dorong Persatuan serta Kebangkitan Ekonomi Umat
    Nasional

    Maulid Nabi 1448 H, Syarikat Islam Dorong Persatuan serta Kebangkitan Ekonomi Umat

    AlvaroBy AlvaroAgustus 28, 2026Tidak ada komentar7 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan Syarikat Islam (SI), Jakarta, mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW, Memperkuat Persaudaraan, Mengisi Kemerdekaan dengan Kepedulian kepada Umat." (Foto: Istimewa)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan Syarikat Islam (SI) mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW, Memperkuat Persaudaraan, Mengisi Kemerdekaan dengan Kepedulian kepada Umat,” menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan bangsa, serta membangkitkan semangat pemberdayaan ekonomi umat sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan Indonesia.

    Kegiatan yang digelar di Kantor DPP Syarikat Islam ini turut dihadiri Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Mardiono.

    Hamdan Zoelva: Islam, Nasionalisme, dan Keindonesiaan Merupakan Satu Kesatuan

    Presiden Laznah Tanfidziah Syarikat Islam Hamdan Zoelva menegaskan bahwa semangat perjuangan Syarikat Islam sejak awal berdirinya memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun kemerdekaan Indonesia.

    Menurut Hamdan, terdapat tiga landasan yang senantiasa menjadi bagian penting dalam perjuangan Syarikat Islam, yakni Islam, nasionalisme, dan keindonesiaan.

    “Bagi Syarikat Islam, ada tiga dasar yang selalu berkelindan, yaitu Islam, nasionalisme, dan keindonesiaan. Itu merupakan satu kesatuan,” ujarnya.

    Perjuangan Syarikat Islam pada masa awal tidak dapat dipisahkan dari persoalan ekonomi. Ketertinggalan ekonomi masyarakat berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan kesehatan.

    Karena itu, menurut Hamdan, semangat dasar perjuangan Syarikat Islam perlu kembali dihidupkan melalui penguatan gerakan ekonomi umat.

    Ia menilai, kemajuan umat Islam dan kemajuan Indonesia merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

    “Majunya umat Islam adalah majunya Indonesia, majunya Indonesia adalah majunya umat Islam. Meningkatnya harkat dan martabat ekonomi umat, sudah pasti meningkat juga harkat dan martabat ekonomi bangsa Indonesia,” jelasnya.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk mendorong kontribusi nyata umat dalam pembangunan ekonomi nasional.

    AYP: Maulid Nabi Menjadi Momentum Memperkuat Persatuan Indonesia

    Pengurus Pusat Syarikat Islam Andi Yuslim Patawari (AYP) mengatakan, Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam membangun persaudaraan, kepedulian, serta kehidupan masyarakat yang harmonis.

    “Mari bersama-sama memperingati kelahiran Rasulullah SAW, meneladani akhlak dan perjuangan beliau, mempererat ukhuwah, serta memanjatkan doa untuk para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

    Nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW tetap relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.

    “Mari meneladani Rasulullah, memperkuat persaudaraan, dan mengisi kemerdekaan dengan kepedulian kepada umat,” tegasnya.

    Hikmah Maulid Nabi, AYP Dorong Penguatan Ekonomi Indonesia

    Pria yang menjabat Waketum Kadin ini juga menguraikan lima hikmah Maulid Nabi yang dinilai penting untuk menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman sekaligus memperkuat fondasi kehidupan sosial dan ekonomi nasional.

    Menurut AYP, salah satu teladan penting dapat dipetik dari Piagam Madinah. Piagam tersebut memberikan pelajaran mengenai pentingnya membangun kehidupan bersama di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang beragam.

    Rasulullah SAW mempersatukan berbagai kelompok masyarakat Madinah, termasuk kaum Muhajirin, Anshar, Yahudi, dan sejumlah suku Arab, melalui kesepakatan bersama yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak.

    Semangat tersebut sangat relevan dengan kehidupan Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan agama, suku, maupun pilihan politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan bangsa.

    “Walaupun berbeda agama, suku, dan pilihan politik, kita tetap berada dalam satu tanah air. Di Kadin pun demikian, pengusaha besar, UMKM, dan koperasi duduk bersama dalam satu forum,” ujarnya.

    Selain persatuan dalam keberagaman, AYP menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin. Nilai tersebut dinilai menjadi antitesis terhadap berbagai tindakan yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

    Ia mengingatkan masyarakat agar menjauhi ujaran kebencian, hoaks, maupun politik identitas yang dapat memperlebar perbedaan. Dalam dunia usaha, persaingan merupakan hal yang wajar, tetapi harus dijalankan secara sehat dan tidak dengan cara saling menjatuhkan.

    “Di dunia usaha, persaingan merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai dilakukan dengan saling menjatuhkan. Kita membutuhkan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan,” katanya.

    Andi Yuslim juga menyoroti pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan berbagai perbedaan. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi maupun organisasi.

    Namun, perbedaan tersebut harus disikapi melalui dialog dan kemauan untuk mencari titik temu. Musyawarah menjadi sarana untuk mencegah perbedaan berkembang menjadi konflik yang dapat merusak persatuan.

    “Perbedaan pendapat di DPR, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi lainnya merupakan hal yang wajar. Kuncinya adalah duduk bersama dan mencari titik temu,” ujarnya.

    Ia menilai semangat tersebut juga sejalan dengan semangat Rapimnas Kadin, yakni “Satu data, satu suara untuk ekonomi.” Menurutnya, kesamaan visi dan kemauan untuk bekerja sama menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi nasional.

    Hikmah lainnya yang disampaikan AYP adalah semangat gotong royong dalam membangun peradaban. Ia mencontohkan pembangunan Masjid Nabawi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat sebagai gambaran pentingnya kebersamaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

    Pembangunan Indonesia tidak mungkin dilakukan oleh satu pihak secara sendiri-sendiri. Pemerintah, sektor swasta, UMKM, koperasi, dan masyarakat harus mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.

    “Pembangunan tidak dapat berjalan apabila dilakukan secara sendiri-sendiri. Pemerintah, sektor swasta, UMKM, dan masyarakat harus bergotong royong,” katanya.

    Semangat kolaborasi tersebut diperlukan untuk menjalankan berbagai agenda strategis nasional, termasuk memperkuat ketahanan pangan, mendorong hilirisasi, serta memperkuat koperasi sebagai bagian dari fondasi perekonomian nasional.

    Sementara itu, hikmah terakhir yang ditekankan adalah pentingnya menerjemahkan kecintaan kepada tanah air melalui tindakan nyata, seperti kecintaan Rasulullah SAW terhadap Mekah sebagai gambaran kuatnya ikatan seseorang dengan tanah kelahirannya.

    Dalam konteks Indonesia, kecintaan terhadap tanah air dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan konkret, termasuk mendukung produk dalam negeri, membanggakan UMKM lokal, serta turut memperkuat perekonomian nasional.

    “Mencintai produk dalam negeri, membanggakan UMKM lokal, dan membela ekonomi bangsa merupakan bagian dari wujud kecintaan kita kepada Indonesia,” tutur AYP.

    Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tersebut tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan Indonesia saat ini. Persatuan, sikap saling menghormati, musyawarah, gotong royong, serta kecintaan terhadap tanah air dapat menjadi kekuatan bersama dalam membangun bangsa.

    Karena itu, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterjemahkan menjadi semangat untuk memperkuat persatuan sekaligus membangun ekonomi Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan saling menguatkan.

    • Baca juga: https://rasional.co/dasco-ajak-pengusaha-bangun-ekosistem-digital-sehat-ayp-dorong-sinergi-dunia-usaha-bagi-generasi-muda/

    Maulid Nabi dan Semangat Kebangkitan Ekonomi Umat

    Pesan Hamdan Zoelva mengenai pentingnya gerakan ekonomi umat sejalan dengan semangat yang disampaikan AYP tentang gotong royong dan penguatan ekonomi bangsa.

    Bagi Syarikat Islam, perjuangan membangun umat tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga mencakup persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    Penguatan ekonomi umat dinilai menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Ketika masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap kesempatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, kualitas kehidupan bangsa juga akan meningkat.

    Karena itu, semangat Maulid Nabi dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, pengembangan koperasi, dukungan terhadap produk dalam negeri, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

    • Baca juga: https://rasional.co/investasi-berbasis-gotong-royong-ayp-dukung-program-presiden-prabowo-eliminasi-kemiskinan/

    Doa untuk Para Pahlawan Kemerdekaan

    Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi para pahlawan kemerdekaan Indonesia.

    AYP mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.

    Karena itu, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, kepedulian, persaudaraan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

    Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, seperti persaudaraan, musyawarah, kejujuran, kepedulian, dan gotong royong, dinilai penting untuk terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi harus diisi dengan kepedulian kepada umat, memperkuat persaudaraan, dan membangun Indonesia secara bersama-sama,” ujarnya.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan Syarikat Islam tersebut menjadi momentum untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, nasionalisme, persatuan, dan pemberdayaan ekonomi.

    Semangat meneladani Rasulullah SAW diharapkan tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi diwujudkan melalui kepedulian kepada umat, penguatan ekonomi masyarakat, serta kontribusi nyata dalam membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

    AYP ekonomi Indonesia Hamdan Zoelva Maulid Nabi Persatuan Syarikat Islam
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMegawati Desak Reformasi DK PBB demi Tata Dunia Berkeadilan
    Next Article Menpar Kawal Pemulihan Desa Adat Sade, Pastikan Kearifan Lokal Sasak Tetap Terjaga
    Alvaro
    • Website

    Related Posts

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang Akibat ASAP Karhutla, Tim Relawan Turun Tangan

    Agustus 31, 2026

    Mitigasi Karhutla, Kementerian Kehutanan Tutup Sementara 9 Taman Nasional

    Agustus 31, 2026

    Drama Kasus Ruben Onsu Selesai, Kerugian 3,5 Miliar Lunas Tanpa Masuk Bui

    Agustus 31, 2026

    Kebakaran Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk Dini Hari Tadi, Begini Kondisinya

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah satu organisasi Islam…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas

    Agustus 31, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Darurat Sepak Bola Indonesia! 28 Klub Masih Berutang Rp14,8 Miliar ke Pemain, Siapa Saja?

    By AyuAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Isi dompet ratusan pesepak bola Indonesia ternyata sedang tidak baik-baik…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?